Periskop.id - Mengawali pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka menguat 21,95 poin atau 0,36% ke posisi 6.197,48.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,93 poin atau 0,47 persen ke posisi 624,84.

Indo Premier Sekuritas (IPOT) memperkirakan IHSG bakal menguji level 6.190 hingga 6.381 pada perdagangan 20-24 Juli 2026. Tiga saham, yakni ICBP, EMTK, dan BSDE, diproyeksikan menjadi pilihan cuan investor pekan ini.

Equity Analyst IPOT Imam Gunadi menuturkan, pasar masih akan bergerak dengan katalis makroekonomi yang relatif terbatas. Menurutnya, fokus investor diperkirakan bergeser ke musim rilis laporan keuangan emiten.

"Hasil kinerja perusahaan diperkirakan akan menjadi penentu utama arah rotasi sektor maupun keberlanjutan aliran dana ke pasar saham domestik," kata Imam dalam keterangan resmi, Senin (20/7).

Selain kinerja emiten, perhatian pasar juga disebut bakal tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan, dan data M2 Money Supply. Ketiga indikator ini dinilai bakal menggambarkan kondisi likuiditas dan aktivitas ekonomi domestik.

Dari sisi eksternal, Imam memaparkan investor juga akan mencermati data ADP Employment Change, EIA Crude Oil Stocks, Initial Jobless Claims, Fed Balance Sheet, hingga S&P Global Flash PMI.

Secara teknikal, IHSG dinilai tengah berada di area krusial karena berhadapan langsung dengan resistance di level 6.190. Area tersebut diyakini bakal menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya.

Jika IHSG mampu bertahan di atas support MA5, peluang penguatan lanjutan dinilai tetap terbuka. Skenario bullish akan semakin terkonfirmasi apabila IHSG berhasil menembus dan bertahan di atas resistance MA50 pada level 6.190, yang berpotensi membuka ruang penguatan menuju 6.381.

Sebaliknya, kegagalan menembus level 6.190 berpotensi memicu aksi ambil untung usai reli beberapa hari terakhir. Dalam skenario tersebut, IPOT memperkirakan level support bakal berada di area 6.085 dan 5.987.

"Selama IHSG masih bergerak di bawah MA50, tren jangka menengah masih dapat dikatakan bearish, sehingga potensi rejection di area 6.190 tetap perlu diwaspadai," ujar Imam.

Di tengah kondisi tersebut, IPOT merekomendasikan tiga saham pilihan, yakni Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

ICBP direkomendasikan pada level beli Rp6.850, dengan target harga Rp7.300, dan batas stop loss di bawah Rp6.625. Imam menilai, secara teknikal ICBP berhasil menembus MA50 yang selama beberapa bulan terakhir menjadi resistance dinamis.

Dari sisi fundamental, ICBP disebut mendapat dukungan dari prospek perbaikan margin seiring normalisasi harga sejumlah bahan baku utama. Imam mencontohkan harga gandum global yang bergerak lebih murah dibanding 2022, serta harga minyak sawit mentah (CPO) yang cenderung lebih stabil.

"Kondisi tersebut berpotensi menjaga biaya produksi dan mendukung profitabilitas perseroan pada semester II 2026," katanya.

Saham EMTK turut direkomendasikan beli pada level Rp535, dengan target harga Rp585, dan stop loss di bawah Rp510 per saham. Secara teknikal, EMTK dinilai mulai menunjukkan perbaikan momentum setelah membentuk pola higher low dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, BSDE direkomendasikan beli pada level Rp575, dengan target harga Rp625, dan stop loss di bawah Rp550 per saham. BSDE dinilai mulai menunjukkan perbaikan struktur harga setelah keluar dari fase konsolidasi dalam beberapa pekan terakhir.

"Dari sisi fundamental, BSDE berpotensi memperoleh sentimen positif dari melandainya tekanan inflasi di Amerika Serikat. Data tersebut meningkatkan optimisme bahwa tekanan inflasi global mulai mereda sehingga membuka ruang bagi bank sentral, termasuk Bank Indonesia, untuk mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif," kata Imam.