Periskop.id - Steam Machine Valve langsung jadi incaran para penimbun sejak hari pertama peluncurannya. Di platform eBay, listing harga perangkat tersebut sudah melampaui USD 2.000, bahkan ada yang menyentuh USD 3.000 atau sekitar Rp53 juta.
Yang lebih mencengangkan, banyak dari penimbun itu belum benar-benar memegang unit Steam Machine saat memasang listing. Sebagian besar hanya menampilkan tangkapan layar notifikasi daftar tunggu reservasi sebagai "bukti" kepemilikan mereka.
Fenomena ini terjadi di tengah kritik luas terhadap banderol harga resmi Steam Machine yang sudah dinilai terlalu mahal sejak awal. Valve sendiri, bersama banyak pihak, mengakui harga peluncuran PC mini berbentuk konsol itu masih jauh dari titik yang diinginkan pasar.
Berdasarkan laporan Techspot, Senin (29/6), harga resmi Steam Machine dipatok mulai USD 1.049 atau sekitar Rp17,2 juta. Angka itu jauh melampaui target awal Valve yang semula mengincar kisaran USD 750, atau sekitar Rp12,2 juta.
Lonjakan harga komponen memori secara global menjadi penyebab utama melencengnya banderol tersebut. Valve juga disebut tidak punya kekuatan tawar yang memadai dalam rantai pasokan, berbeda dengan Apple atau Sony yang mampu menekan vendor komponen lebih efektif.
Para teknisi Valve mengakui keinginan kuat untuk menekan harga perangkat ini. Namun, prospek tersebut dinilai sangat tipis, apalagi produsen memori Micron baru-baru ini memutuskan mengunci harga produknya di level tertinggi selama lima tahun ke depan.
Kelangkaan stok yang parah inilah yang kemudian menjadi celah bagi para scalper. Mereka memanfaatkan antrean panjang pemesanan untuk memasang harga selangit di pasar sekunder, jauh sebelum unit fisik ada di tangan mereka.
Bagi sebagian besar konsumen, Steam Controller kemungkinan akan jadi satu-satunya perangkat baru Valve yang bisa mereka nikmati untuk saat ini. Kelangkaan unit Steam Machine membuat banyak pembeli terpaksa bersabar dalam daftar tunggu yang panjang.
Di tengah situasi itu, komunitas pengguna justru menghadirkan inovasi menghibur dari sisi perangkat lunak. Seorang pengembang sekaligus blogger bernama Ray Foss baru-baru ini mendemonstrasikan modifikasi unik pada Steam Controller.
Program buatan Foss memungkinkan Steam Controller bergerak secara otomatis melintasi permukaan meja menuju tempat pengisian dayanya sendiri. Inovasi itu muncul hanya beberapa minggu setelah perangkat tersebut mulai sampai ke tangan pengguna pertama, menunjukkan antusiasme komunitas yang tetap tinggi meski dihadapkan pada masalah harga dan kelangkaan unit.
Tinggalkan Komentar
Komentar