Transportasi

KAI Pastikan Seluruh Lokomotif dan Genset Operasional dengan Biosolar B40

KAI gunakan biosolar B40 di seluruh lokomotif dan genset, siap adopsi B50 demi efisiensi, ramah lingkungan, dan mendukung target net zero emission 2060.

4 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Rel Kereta Api, Palang Kereta
Pengendara sepeda motor menunggu untuk menyeberangi jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Roxy, Gambir, Jakarta, Selasa (26/8/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya terhadap energi hijau dengan memastikan seluruh lokomotif dan genset kini beroperasi menggunakan biosolar B40. 

“Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dikutip dari Antara, Minggu (12/4). 

Ia menambahkan, penggunaan B40 membuat operasional kereta api lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat peran kereta sebagai solusi logistik dan mobilitas masyarakat.

“Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan,” jelasnya.

KAI juga menyatakan kesiapan menyambut pengembangan biosolar B50 yang tengah digarap pemerintah. Ia menegaskan bahwa seluruh sarana akan melalui uji coba teknis sebelum resmi digunakan demi menjamin keselamatan perjalanan.

Strategi pemerintah memperbesar pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari target besar menuju kemandirian energi nasional dan pencapaian net zero emission (NZE) pada 2060. Menurut data Kementerian ESDM, program mandatori biodiesel telah menghemat devisa lebih dari US$10 miliar sejak 2015, sekaligus menekan emisi karbon hingga jutaan ton CO₂ per tahun.

Kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan juga semakin terlihat. Selama Triwulan I 2026, KAI mencatat 14,5 juta pelanggan menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal, tumbuh 18,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain melayani penumpang, KAI tetap menjadi tulang punggung logistik nasional. Pada periode yang sama, KAI mengangkut lebih dari 12 juta ton batu bara untuk kebutuhan listrik Jawa dan Bali, serta hampir 3 juta ton barang lain seperti peti kemas, hasil kebun, dan kiriman ritel. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai KAI, PT Kereta Api Indonesia (KAI), B40, Solar, dan bio solar dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.