periskop.id - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PT Kereta Api Indonesia (Persero) usai insiden tabrakan antara KRL dan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo di Stasiun Bekasi pada Senin (27/4).

Dony menyebut, salah satu fokus utama evaluasi adalah perbaikan sekitar 1.800 lintasan kereta, termasuk pemasangan pintu pengaman di perlintasan.

"Ini sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kita tahun ini sebagaimana diarahkan Bapak Presiden kepada kurang lebih 1.800 lintasan kereta. Selama itu wajib diperbaiki, harus ada pintunya," ucap Dony kepada media di Jakarta, Selasa (28/4).

Menurut Dony, insiden di Bekasi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keamanan transportasi massal. Pemerintah juga disebut akan menambah dukungan anggaran guna memperkuat aspek keselamatan, termasuk pada infrastruktur dan operasional.

"Apalagi dengan kejadian ini kita melakukan evaluasi total terhadap keamanan transportasi massal kita. Dan itu Bapak Presiden menyampaikan akan ada tambahan untuk keseluruhan proses keamanan, dan juga kita akan evaluasi," paparnya.

Dari sisi manajemen, pihaknya juga akan melakukan peninjauan internal. Namun, untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Tapi di sisi kami, itu akan kita evaluasi juga bagaimana penyebab, efek, apakah ada unsur lain. Kita tunggu hasil dari KNKT, itu akan kita jadikan sebagai bahan evaluasi manajemen kita," terang Dony.