Periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merampungkan pengadaan 54 unit lokomotif baru bertipe CC205 buatan Progress Rail asal Amerika Serikat. Lokomotif itu disiapkan untuk memperkuat layanan logistik batu bara dan komoditas lain di Sumatra Selatan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebutkan, penambahan armada tersebut menjadi penopang kesiapan perseroan melayani kebutuhan logistik di wilayah dengan aktivitas komoditas tinggi itu. Ia menilai wilayah tersebut membutuhkan dukungan sarana, prasarana, sumber daya manusia, dan sistem operasi yang terintegrasi.

"Penyelesaian pengadaan ini menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan logistik. Setiap sarana perlu didukung kesiapan jalur, pola operasi, sistem perawatan, kompetensi pekerja, serta pemantauan performa agar dapat memberikan manfaat secara optimal," kata Bobby dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Lokomotif CC205 mengusung sistem traksi AC dengan mesin berkekuatan 2.200 tenaga kuda. Sarana ini juga dibekali Driver Safety System untuk mengelola risiko kelelahan masinis, PowerView Detect untuk memantau kondisi jalur, serta UpTime Connect yang memungkinkan pemantauan performa lokomotif selama 24 jam penuh.

Kemampuan armada baru itu sudah diuji langsung di lapangan. Dalam rangkaian uji operasional di wilayah Palembang, satu unit CC205 berhasil menarik 60 gerbong sekaligus.

Hasil pengujian tersebut menjadi salah satu pertimbangan KAI dalam menyusun pola operasi ke depan, dengan memperhitungkan kondisi lintas, kesiapan prasarana, kompetensi masinis, hingga aspek keselamatan perjalanan.

Di sisi sumber daya manusia, KAI telah melatih 305 pekerja untuk mendukung pengoperasian lokomotif baru ini. Rinciannya, 195 orang dibekali kompetensi perawatan mesin, kelistrikan, dan mekanik, sementara 110 pekerja lainnya disiapkan untuk aspek operasional.

Pengadaan ini juga dilengkapi program perawatan selama dua tahun, dukungan tenaga teknis, serta transfer pengetahuan dari Progress Rail. Bobby menerangkan, skema ini diarahkan untuk menjaga kesiapan sarana sekaligus memperkuat kapasitas perawatan mandiri di lingkungan KAI.

Dari sisi efisiensi, satu unit CC205 berpotensi menggantikan kebutuhan dua lokomotif generasi sebelumnya pada pola operasi tertentu. Efisiensi tersebut tetap mempertimbangkan kondisi lintas dan hasil evaluasi keselamatan yang dilakukan secara berkala.

Penambahan armada ini disiapkan untuk mendukung pengembangan kapasitas layanan logistik KAI menuju sekitar 85 juta ton per tahun. Pencapaian target tersebut disesuaikan dengan penyelesaian prasarana, kesiapan terminal, kapasitas lintas, serta perkembangan kebutuhan pelanggan.

Penyelesaian pengadaan 54 unit CC205 ini ditandai lewat Locomotive Handover Celebration di Ruang Jaladara, Jakarta Railway Center, Jakarta, Rabu (22/7). Unit pertama diterima KAI pada Agustus 2025, sebelum secara bertahap tuntas hingga unit ke-54 pada Mei 2026.

Senior Vice President International Locomotive Sales and Operations Progress Rail Colin Kerelchuk menyebutkan, rampungnya pengadaan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihaknya, KAI, dan seluruh pihak yang terlibat mulai dari proses produksi hingga penyiapan operasional.

"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan KAI selama proses penyelesaian 54 lokomotif ini. Progress Rail siap melanjutkan kolaborasi melalui dukungan teknologi, perawatan, pelatihan, dan peningkatan kemampuan teknis agar sarana dapat dioperasikan secara andal dan efisien," kata Colin.