periskop.id - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyampaikan eskalasi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah yang memicu harga minyak mentah dunia merangkak naik, bisa memberikan imbas harga jual produk UMKM di dalam negeri. 

‎Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan menjelaskan harga minyak mentah dunia yang kini di angka US$117 per barel telah melebih asumsi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang hanya US$70 per barel. 

‎Sehingga, kata Temmy, hal ini memungkinkan akan mendorong penyesuaian subsidi energi dan berdampak pada harga barang pokok. Maka penjualan produk UMKM juga turut mengalami kenaikan. 

‎"Kenaikan harga minyak ini kemungkinan besar akan mendorong penyesuaian subsidi energi dan berdampak pada harga barang pokok. Jika harga barang pokok naik, maka harga pokok penjualan UMKM juga akan ikut naik,” ucap Temmy dalam media gathering, Jakarta, dikutip Rabu (11/3). 

‎UMKM sektor jasa menjadi yang paling terdampak, terutama pelaku usaha angkutan dan distribusi yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk menjalankan aktivitasnya.

‎Menurut Temmy ketika harga bahan bakar mengalami peningkatan, maka biaya jasa angkutan maupun distribusi akan menyesuaikan. Artinya kondisi ini akan memberikan peningkatan yang signifikan. 

‎Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum berencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah dan meningkatnya harga minyak mentah dunia di level US$113 per barel.

‎Menurut Purbaya, saat ini kas negara masih memiliki cukup ruang untuk menahan gejolak harga energi global yang terus merangkak naik. 

‎"Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk merubah subsidi BBM. Dalam pengertian naikin harga BBM. Karena kita lihat seperti apa kondisinya ke depan," ujar Purbaya kepada media, Jakarta, Senin (9/3).

‎Mantan Ketua LPS itu menjelaskan pemerintah tidak akan mengambil keputusan yang tergesa-gesa di tengah gejolak harga energi ini. Namun ia memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau pergerakan harga lebih lanjut.