Apa Itu Teknokrasi? Arti, Sejarah, dan Bedanya dengan Meritokrasi
Teknokrasi dan teknokrat adalah konsep penting dalam politik modern. Cari tahu arti, sejarah, dan perbedaannya dengan meritokrasi.

Periskop.id - Teknokrasi adalah bentuk pemerintahan yang menyerahkan pengambilan keputusan kepada orang dengan keahlian teknis di bidangnya, seperti insinyur, ekonom, dan ilmuwan. Pejabatnya dipilih berdasarkan penguasaan bidang, dan kebijakannya disusun dari data serta perhitungan ilmiah.
Istilah teknokrat dan teknokrasi rutin muncul dalam perbincangan politik di banyak negara, termasuk Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), teknokrat didefinisikan sebagai cendekiawan yang berkiprah dalam pemerintahan.
Melansir Britannica, teknokrasi adalah pendekatan yang memilih pemimpin pemerintahan berdasarkan keahlian teknis, dengan penekanan pada efisiensi dan penggunaan data.
Teknokrasi Adalah Pemerintahan yang Dipimpin Para Ahli
Teknokrasi adalah sistem yang menempatkan penguasaan bidang teknis sebagai syarat utama untuk memegang kendali pemerintahan.
Secara bahasa, akarnya ada di kata Yunani tekhne yang berarti keahlian, digabung dengan kratos yang berarti kekuasaan.
Ciri utamanya ada tiga: keputusan disandarkan pada data, ukuran keberhasilannya bersifat teknis, dan pertimbangan politik ditempatkan di urutan belakang.
Asal Usul Gerakan Teknokrasi
Menurut Wilton Ivie (1953), istilah teknokrat awalnya merujuk secara khusus pada anggota organisasi Technocracy Inc.
Gerakan itu lahir di Amerika Serikat pada era Depresi Besar sekitar 1930-an, dipelopori teknisi, insinyur, dan ilmuwan. Keyakinan mereka sederhana. Masyarakat sebaiknya diatur oleh ahli teknik dan ilmuwan dengan dasar pengukuran ilmiah dan efisiensi energi.
Pada mulanya kata teknokrat dipakai secara eksklusif untuk anggota resmi organisasi itu. Maknanya kemudian meluas sampai mencakup siapa saja yang masuk pemerintahan lewat jalur keahlian.
Teknokrasi dalam Sejarah Indonesia
Indonesia punya babak teknokrasinya sendiri, dan babak itu jarang disebut ketika istilah ini dibahas.
Pada Agustus 1966, sekelompok ekonom yang menempuh pendidikan di University of California, Berkeley, memaparkan rekomendasi kebijakan di sebuah seminar Angkatan Darat. Soeharto mengangkat mereka sebagai tim ahli ekonomi dan keuangan, dan sejak itu mereka masuk ke lingkaran kebijakan ekonomi Orde Baru. Kelompok yang belakangan dijuluki Mafia Berkeley itu dimotori Widjojo Nitisastro, bersama nama-nama seperti Ali Wardhana, Emil Salim, Mohammad Sadli, dan Subroto.
Mereka menyusun program stabilisasi untuk meredam inflasi dan merancang Rencana Pembangunan Lima Tahun. Pendekatannya bersandar pada disiplin fiskal, keterbukaan investasi, dan urutan prioritas yang dihitung.
Corak teknokrasi yang berbeda datang dari B.J. Habibie. Sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak Maret 1978, Habibie mendorong lompatan lewat penguasaan teknologi tinggi, dengan industri pesawat terbang sebagai etalasenya.
Dua pendekatan itu kerap bergesekan. Kubu ekonom menekankan keunggulan komparatif dan biaya, sementara kubu teknologi menekankan penguasaan kemampuan jangka panjang.
Perbedaan Teknokrasi dan Meritokrasi
Kedua istilah ini sering tumpang tindih. Pembedanya ada pada jenis keunggulan yang dijadikan syarat.
| Aspek | Teknokrasi | Meritokrasi |
|---|---|---|
| Dasar pemilihan | Keahlian teknis di bidang tertentu | Keunggulan menyeluruh berupa kemampuan, karakter, dan kinerja |
| Cakupan | Terbatas pada bidang keahlian yang relevan | Berlaku untuk semua jenis posisi |
| Sumber legitimasi | Penguasaan ilmu dan data | Rekam jejak dan hasil seleksi terbuka |
| Contoh penerapan | Kabinet yang diisi ekonom dan insinyur | Seleksi jabatan lewat uji kompetensi terbuka |
| Risiko utama | Kebijakan menjauh dari kebutuhan warga | Ketimpangan garis start ikut tersalin |
Seorang teknokrat hampir selalu lolos ukuran meritokrasi. Sebaliknya tidak selalu berlaku, karena banyak posisi menuntut keunggulan yang tidak bersifat teknis.
Pembahasan menyeluruh soal arti meritokrasi, prinsip, dan kelemahannya tersedia di ulasan terpisah.
Contoh Pemerintahan Teknokratis
Istilah kabinet teknokratik biasanya dipakai untuk pemerintahan yang diisi profesional non-partai, sering kali dibentuk saat negara menghadapi krisis ekonomi.
Di tingkat kebijakan, pendekatan teknokratis juga muncul dalam bentuk yang lebih kecil. Perencanaan pembangunan yang disusun dari kajian dan data, misalnya, kerap disebut pendekatan teknokratik.
Pertanyaan Seputar Teknokrasi
Apa beda teknokrat dan teknokratis? Teknokrat menunjuk pada orangnya, sedangkan teknokratis adalah kata sifat untuk cara kerja atau kebijakan yang bersandar pada pertimbangan teknis.
Apa sinonim teknokrasi? Padanan terdekatnya adalah pemerintahan ahli atau pemerintahan berbasis keahlian. Istilah ekspertokrasi sesekali dipakai dengan makna serupa.
Apakah teknokrasi sama dengan birokrasi? Berbeda. Birokrasi menunjuk pada struktur administrasi beserta aturannya, sedangkan teknokrasi menunjuk pada dasar yang dipakai untuk memilih pemegang kendali.
Apa kelemahan teknokrasi? Keputusan yang benar secara hitungan bisa terasa jauh dari kebutuhan warga. Keahlian teknis juga tidak otomatis memberi kepekaan pada dampak sosial dan politik sebuah kebijakan.
Apakah Indonesia menganut teknokrasi? Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial dengan demokrasi sebagai dasarnya. Pendekatan teknokratis muncul sebagai corak dalam penyusunan kebijakan, terutama di bidang ekonomi dan perencanaan pembangunan.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Teknokrasi, dan Teknokrat dengan mengeklik tautan.


Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.