Periskop.id - Isu kesetiaan dalam pernikahan tampaknya menjadi harga mati bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Pew Research Center tahun 2025, Indonesia menempati posisi tertinggi di antara 25 negara dalam memandang perselingkuhan sebagai tindakan yang secara moral sama sekali tidak dapat diterima.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa sebanyak 92% responden di Indonesia secara tegas menyatakan bahwa perselingkuhan yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah adalah tindakan yang tidak bermoral.
Angka fantastis ini menempatkan Indonesia di peringkat pertama, bersanding dengan Turki yang juga mencatatkan angka penolakan serupa sebesar 92 persen.
Perbandingan Global: Indonesia vs Negara Barat dan Asia
Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia, posisi Indonesia terlihat sangat menonjol. Amerika Serikat, yang sering dianggap memiliki nilai keluarga yang kuat di beberapa negara bagiannya, mencatatkan angka penolakan sebesar 90%.
Kontras yang sangat tajam terlihat saat menengok ke arah Eropa Barat. Negara-negara seperti Prancis dan Jerman menunjukkan tingkat permisivitas yang jauh lebih tinggi, di mana hanya 53% warga Prancis dan 55% warga Jerman yang menganggap perselingkuhan sebagai tindakan tidak bermoral.
Di kawasan Asia, Indonesia juga tetap memimpin. Negara-negara Asia Timur seperti Korea Selatan berada di angka 83%, sementara Jepang jauh lebih moderat dengan angka 65%.
Bahkan India, yang dikenal sebagai negara dengan nilai-nilai religius dan tradisional yang kental, hanya menyentuh angka 77% dalam hal penolakan moral terhadap perselingkuhan.
Legitimas Nilai Keluarga di Tanah Air
Fenomena ini mencerminkan bahwa norma sosial di Indonesia cenderung jauh lebih tegas dan konservatif dibandingkan banyak negara lain di skala global.
Secara relatif, posisi Indonesia bahkan melampaui negara berkembang lainnya yang juga memiliki nilai sosial kuat seperti Nigeria (83%), Brasil (77%), dan Kenya (70%). Temuan ini adalah bukti nyata bahwa norma keluarga dan nilai kesetiaan dalam pernikahan masih memiliki legitimasi sosial yang sangat kuat di Indonesia.
Dalam persepsi publik tanah air, perselingkuhan tidak sekadar dianggap sebagai masalah domestik atau pribadi antara suami dan istri, melainkan dipandang sebagai pelanggaran moral serius yang mengancam tatanan sosial dan nilai luhur keluarga.
Daftar Lengkap Peringkat Penolakan Moral terhadap Perselingkuhan 2025
Berikut adalah rincian persentase warga di berbagai negara yang menganggap perselingkuhan sebagai tindakan tidak bermoral:
| Peringkat | Negara | Persentase (%) |
|---|---|---|
| 1 | Indonesia | 92 |
| 1 | Turki | 92 |
| 3 | Amerika Serikat | 90 |
| 4 | Israel | 85 |
| 5 | Australia | 84 |
| 6 | Nigeria | 83 |
| 6 | Korea Selatan | 83 |
| 8 | Inggris | 81 |
| 9 | Polandia | 80 |
| 10 | Brasil | 77 |
| 10 | Yunani | 77 |
| 10 | India | 77 |
| 10 | Swedia | 77 |
| 14 | Kanada | 76 |
| 14 | Meksiko | 76 |
| 16 | Kenya | 70 |
| 17 | Afrika Selatan | 69 |
| 18 | Italia | 67 |
| 19 | Belanda | 67 |
| 20 | Argentina | 65 |
| 20 | Jepang | 65 |
| 20 | Spanyol | 65 |
| 23 | Hungaria | 64 |
| 24 | Jerman | 55 |
| 25 | Prancis | 53 |
Tinggalkan Komentar
Komentar