periskop.id - Di sela agenda sidang vonis, terdakwa Delpedro Marhaen menyampaikan pesan politik yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Delpedro mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera keluar dari Board of Peace (BoP) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemerdekaan Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan Delpedro saat memberikan keterangan kepada media terkait solidaritas internasional pasca wafatnya pemimpin Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
“Kami menyampaikan duka cita sekaligus memberikan dukungan solidaritas kepada Iran dan khususnya Palestina, serta mendorong Pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, untuk keluar dari Board of Peace dan berpihak pada kemerdekaan Palestina,” kata Delpedro sambil membentangkan bendera Iran di persidangan bersama terdakwa lainnya, di PN Jakarta Pusat, Jumat (6/3).
Bagi Delpedro, sosok mendiang Ali Khamenei merupakan simbol keberanian dalam melawan ketidakadilan hingga akhir hayat. Ia menilai keteladanan tersebut seharusnya menjadi pemacu bagi pemerintah Indonesia untuk mengambil posisi yang lebih tegas di kancah internasional.
“Kepada pimpinan besar, revolusioner, Ayatullah Ali Khamenei, yang wafat atau syahidnya mengungkapkan keberanian dan keteladanan bagi kita semua, mengingatkan bahwa memperjuangkan keadilan harus dilakukan hingga akhir hayat,” jelasnya.
Senada dengan Delpedro, terdakwa lainnya, Khariq Anhar, juga memberikan pernyataan keras terkait kondisi politik di dalam negeri. Sambil mengucapkan duka cita, Khariq mengkritik keras sikap pemerintah yang dinilainya represif terhadap aspirasi anak muda.
“Terakhir, Innalillahi wa innailaihi raji’un, dan kemudian Innalillahi wa innailaihi raji’un kedua atas matinya demokrasi apabila hari ini anak muda terus dibungkam oleh pemerintah otoritarian,” tegas Khariq.
Tinggalkan Komentar
Komentar