periskop.id - Bagi umat Kristiani di seluruh dunia, Paskah bukanlah sekadar rutinitas tahunan atau momen berburu telur hias belaka. Paskah menjadi momen perayaan yang sangat penting untuk memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus setelah kematian-Nya di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Artikel ini akan membedah lebih dalam mengenai arti, sejarah, hingga tradisi unik yang menyertainya!
Mengenal Arti Paskah
Istilah Paskah memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Dalam bahasa Inggris, kita mengenalnya sebagai Easter. Beberapa ahli bahasa menyebut istilah ini berasal dari bahasa Latin albis (fajar) yang kemudian diserap ke berbagai bahasa.
Namun, jika menilik Alkitab, arti Paskah dapat dilihat dari dua sisi:
- Dalam Perjanjian Lama: Paskah berasal dari kata Ibrani pesach yang berarti ‘melewatkan’. Istilah ini berakar dari kisah pembebasan bangsa Israel di Mesir, yaitu ketika Tuhan melewati rumah-rumah yang telah diolesi darah anak domba agar terhindar dari hukuman maut.
- Dalam Perjanjian Baru: Paskah dimaknai sebagai momen pembebasan. Intinya, Tuhan menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa dengan mengorbankan Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa manusia. Lewat pengorbanan disalib inilah, manusia diberikan kesempatan untuk memulai hidup yang baru.
Kapan Perayaan Paskah Tahun 2026?
Paskah mulai tercatat dirayakan secara luas sejak abad ke-2. Karena kebangkitan Yesus terjadi pada hari Minggu, para penganut Kristen awal menetapkan hari Minggu sebagai waktu berkumpul untuk beribadah.
Uniknya, tanggal Paskah selalu berubah setiap tahun. Hal ini ditentukan berdasarkan hari Minggu pertama setelah bulan purnama atau sesudah titik bulan semi. Untuk tahun 2026 ini, pemerintah melalui SKB 3 Menteri telah menetapkan libur nasional Jumat Agung pada 3 April 2026 dan Hari Paskah pada Minggu, 5 April 2026.
Mengapa Paskah Begitu Bermakna?
Paskah adalah simbol kemenangan dan harapan baru. Momen ini merayakan keberhasilan Yesus mengalahkan maut melalui kebangkitan-Nya setelah menderita di kayu salib. Peristiwa ini membuktikan bahwa Yesus benar-benar diutus Allah untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Bagi umat Kristiani, kebangkitan Kristus bukan hanya bentuk kasih dan kuasa Allah, tetapi juga jaminan bahwa ada kehidupan kekal yang menanti mereka di akhir zaman nanti.
Tradisi Unik yang Identik dengan Paskah
Selain beribadah di gereja, Paskah juga dirayakan dengan berbagai cara yang seru dan penuh warna. Di berbagai belahan dunia, ada beberapa benda dan tradisi unik yang selalu muncul setiap tahunnya. Mari kita intip apa saja hal yang paling identik dengan hari kemenangan ini!
1. Telur Paskah
Telur adalah ikon yang paling melekat dengan perayaan Paskah. Umumnya, telur dihias dengan warna-warna cerah atau gambar khas seperti kelinci, bunga, dan lambang Kristiani lainnya. Telur melambangkan kebangkitan Yesus. Seperti seekor anak ayam yang memecah cangkang untuk keluar, Yesus pun bangkit dan keluar dari makam. Selain itu, tradisi ini juga berakar dari festival musim semi yang merayakan awal kehidupan baru.
2. Kelinci Paskah
Kelinci merupakan simbol kesuburan dan kehidupan yang terus bersemi. Dalam tradisi populer, kelinci Paskah sering digambarkan sebagai sosok yang membawa keranjang penuh berisi telur dan permen untuk dibagikan kepada anak-anak.
3. Permen Paskah
Tak lengkap rasanya Paskah tanpa kehadiran permen. Bagian manis dari tradisi ini biasanya hadir dalam warna-warna cerah dan bentuk yang lucu, mulai dari bentuk kelinci, telur, hingga bunga. Di berbagai negara, permen-permen ini bahkan dibuat dengan beragam rasa unik yang menambah keseruan perayaan.
Apa Bedanya Paskah dengan Kenaikan Isa Almasih?
Sering kali orang keliru menyamakan Paskah dengan Kenaikan Isa Almasih. Perbedaannya sederhana, Paskah adalah saat Yesus bangkit dari kubur (3 hari setelah wafat), sedangkan Kenaikan Isa Almasih adalah saat Yesus naik ke surga yang terjadi 40 hari setelah Paskah.
Tinggalkan Komentar
Komentar