periskop.id - PT Jababeka Tbk (KIJA) menorehkan kinerja impresif sepanjang 2025 dengan mencatatkan penjualan pemasaran (marketing sales) real estat sebesar Rp3,6 triliun melampaui target Perseroan Rp3,5 triliun.
Corporate Secretary PT Jababeka Tbk Muljadi Suganda menyebut capaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Jababeka sekaligus tumbuh sekitar 13% dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp3,19 triliun.
"Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global," tulis Muljadi dalam keterangan tertulisnya dikutip dari keterbukaan informasi BEI,Selasa (10/2).
Muljadi melaporkan kontribusi tersebut datang dari kawasan Cikarang mencapai Rp1,1 triliun, meningkat sekitar 5% secara tahunan. Penjualan tersebut juga berasal dari total lahan seluas 21,2 hektar di berbagai segmen, dengan porsi terbesar datang dari penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp567,4 miliar untuk lahan seluas 18 hektar.
Selain itu, produk tanah dan bangunan membukukan penjualan Rp365,4 miliar, yang terdiri atas bangunan pabrik (standard factory building) sebesar Rp292,7 miliar serta produk residensial dan komersial sebesar Rp72,7 miliar.
Menariknya, dari total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik yang mencapai Rp860 miliar, investor asing masih mendominasi dengan porsi 52%, sementara investor domestik menyumbang 48%.
Selanjutnya, permintaan terbesar datang dari investor asal Korea dan China, dengan transaksi tunggal terbesar berupa penjualan lahan 6 hektar kepada perusahaan Korea di sektor personal care serta 4 hektar kepada perusahaan domestik di sektor data center.
Sementara itu, kawasan Kendal tampil sebagai kontributor utama dengan marketing sales sebesar Rp2,51 triliun dari penjualan lahan seluas 142 hektar sepanjang 2025. Angka ini melonjak sekitar 17% dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp2,14 triliun.
"Dominasi investor asing terlihat sangat kuat, dengan kontribusi mencapai 89% dari total nilai penjualan, terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan," sambung Muljadi.
Muljadi menyebut sejumlah transaksi besar tercatat di Kendal. Antara lain penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 hektar, bahan bangunan 7 hektar, serta furnitur 13 hektar. Perseroan juga merealisasikan penjualan lahan 12 hektar kepada perusahaan furnitur asal Indonesia serta transaksi lahan seluas 13 hektar kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.
Memasuki 2026, Jababeka mematok target penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun, didorong oleh tingginya permintaan terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang. Dari target tersebut, sebesar Rp1,25 triliun ditargetkan berasal dari Cikarang dan kawasan lainnya.
Nilai tersebut terdiri dari Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sementara itu, Kendal ditargetkan menyumbang Rp2,5 triliun yang seluruhnya berasal dari penjualan produk industri.
Tinggalkan Komentar
Komentar