Periskop.id - Dunia sedang menyaksikan transformasi besar dalam peta persebaran penduduk. Jika pada tahun 1975 deretan kota terbesar di dunia didominasi oleh wilayah Jepang, Eropa, dan Amerika Utara, kini keseimbangan tersebut telah bergeser secara signifikan. 

Melansir data dari Visual Capitalist, dominasi perkotaan pada tahun 2025 telah berpindah ke benua Asia. Lebih jauh lagi, pada 2050, Afrika diproyeksikan akan muncul sebagai kekuatan utama baru dalam hierarki perkotaan global.

Urbanisasi masif menjadi mesin penggerak utama di balik perubahan drastis ini. Proses perpindahan penduduk dari desa ke kota tersebut diperkirakan masih jauh dari kata selesai, terutama di wilayah yang sedang berkembang.

Jejak Historis

Menengok kembali ke tahun 1975, Tokyo dan Osaka di Jepang menyandang status sebagai dua kota terbesar di dunia. Posisi tersebut kemudian disusul oleh New York, Jakarta, dan Mexico City. 

Namun, memasuki milenium baru pada tahun 2000, kota-kota megapolitan Asia seperti Shanghai, Beijing, dan New Delhi mulai merangkak naik peringkat seiring dengan percepatan pertumbuhan penduduk di daratan Asia.

Memasuki tahun 2025, pergeseran pusat keramaian dunia menjadi semakin nyata. Sebagian besar kota terbesar kini terkonsentrasi di Asia Selatan dan Asia Timur. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga mencapai puncaknya pada pertengahan abad ke 21.

Berdasarkan data dari UN World Urbanization Prospects 2025, berikut adalah rincian pertumbuhan populasi 10 kota terbesar dunia pada 2050, beserta jumlah penduduknya pada 1975, 2000, dan 2025:

Peringkat 2050KotaNegaraPopulasi 1975Populasi 2000Populasi 2025Populasi 2050
1DhakaBanglades5,04 juta17,43 juta36,58 juta52,12 juta
2JakartaIndonesia11,70 juta25,59 juta41,91 juta51,78 juta
3ShanghaiTiongkok4,54 juta14,03 juta29,56 juta34,91 juta
4New DelhiIndia6,09 juta17,97 juta30,22 juta33,89 juta
5KarachiPakistan4,63 juta10,80 juta21,42 juta32,59 juta
6KairoMesir7,44 juta15,68 juta25,57 juta32,37 juta
7TokyoJepang24,28 juta30,30 juta33,41 juta30,66 juta
8GuangzhouTiongkok1,64 juta18,97 juta27,56 juta29,24 juta
9ManilaFilipina8,33 juta17,80 juta24,73 juta27,12 juta
10KolkataIndia10,53 juta18,35 juta22,55 juta23,77 juta

Analisis Tahun 2050: Asia Tetap Memimpin, Afrika Mulai Melonjak

Pada pertengahan abad ini, Dhaka diproyeksikan akan merebut takhta sebagai kota dengan penduduk terbanyak di dunia dengan populasi menembus 52 juta jiwa. 

Jakarta menyusul ketat di posisi kedua, membuktikan bahwa Indonesia tetap menjadi magnet ekonomi dan kependudukan yang sangat besar.

Secara keseluruhan, Asia diperkirakan tetap menjadi rumah bagi pusat populasi utama dunia dengan menyumbang 24 dari 50 kota terbesar di planet ini. 

Namun, sorotan juga tertuju pada benua Afrika. Wilayah ini diperkirakan menjadi kawasan dengan pertumbuhan perkotaan tercepat. 

Kota-kota seperti Lagos, Kinshasa, Kairo, dan Dar es Salaam diprediksi mengalami ledakan penduduk akibat tingkat kelahiran yang tinggi dan urbanisasi yang masif. Afrika diproyeksikan menyumbang 13 dari 50 kota terbesar di dunia pada periode tersebut.

Peningkatan jumlah penduduk ini juga dibarengi dengan munculnya lebih banyak megacity, yaitu kota dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 37 kota pada 2050, naik dari 33 kota pada tahun 2025.

Penyusutan di Negara Maju

Kondisi sebaliknya justru terjadi di negara-negara maju. Saat kota-kota di negara berkembang berjuang menghadapi kepadatan, kota besar di Eropa, Jepang, dan Amerika Utara diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan atau bahkan stagnasi.

Contoh yang paling mencolok adalah Osaka di Jepang yang populasinya diproyeksikan menyusut hingga 2,5 juta jiwa atau berkurang sekitar 20%. 

New York pun diperkirakan akan mengalami penurunan penduduk sekitar 5 persen. Fenomena serupa juga mengintai kota-kota mapan lainnya seperti Tokyo, Paris, dan Seoul.

Meski jumlah penduduknya menyusut atau stagnan, kota-kota di negara maju ini diprediksi tetap memegang kendali sebagai pusat kekuatan ekonomi global. 

Hal tersebut dimungkinkan karena sejarah panjang aktivitas komersial serta infrastruktur ekonomi yang sudah sangat mapan dibandingkan kota-kota yang baru berkembang.