periskop.id - Pemerintah Indonesia berencana akan pembelian 50 unit pesawat Boeing dari Amerika Serikat (AS) senilai US$13,5 miliar atau Rp227,86 triliun (kurs Rp16.880) sebagai bagian dari implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.
Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, terdapat sejumlah tindak lanjut konkret dalam kesepakatan ART yang berada dalam lingkup Kementerian Investasi dan Danantara.
"Pada kesempatan ini dari kesepakatan antara Agreement Resiprocol Tarif ini ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun di Danantara," kata Rosan dalam konferensi pers, Jumat (20/2).
Beberapa kesempatan antara lain rencana pembelian 50 pesawat dari Boeing. Rosan menyebut bahwa pihaknya telah melakukan diskusi lebih lanjut terkait hal ini.
"Karena ada beberapa kesempatan di antaranya ada rencana pembelian 50 pesawat oleh Boeing yang nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing, walaupun sudah ada pembicaraan awal dengan pihak Boeing dan ini akan kita lanjutkan," jelas dia.
Selain rencana pembelian pesawat, Indonesia juga membuka peluang impor gas dan minyak mentah (crude oil) dari AS dengan nilai mencapai US$15 miliar per tahun. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat neraca perdagangan dan kerja sama energi kedua negara.
"Juga ada kesempatan untuk melakukan import gas dan crude oil nilainya US$15 miliar per tahunnya," terang dia.
Rosan menambahkan, kerja sama tidak berhenti pada sektor perdagangan, tetapi juga mencakup penguatan investasi. Saat ini, pemerintah tengah membahas sejumlah proyek investasi yang masih dalam tahap pipeline, baik di sektor minyak dan gas maupun sektor strategis lainnya.
"Kita juga sudah memulai pembicaraan adanya beberapa kemungkinan investasi on the pipeline yang menyangkut di beberapa bidang baik itu di bidang oil and gas maupun di bidang-bidang lainnya," tutup Rosan.
Tinggalkan Komentar
Komentar