periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercerita sebelumnya Presiden Prabowo Subianto sempat mengusulkan pembubaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan menggantinya dengan lembaga inspeksi internasional.

‎Purbaya menjelaskan, wacana tersebut muncul dalam sejumlah rapat di Istana karena pemerintah ingin memastikan pengawasan dan penerimaan negara berjalan lebih optimal. Bahkan, Prabowo beberapa kali menyampaikan ide agar fungsi pengawasan bea cukai digantikan oleh lembaga inspeksi global seperti Société Générale de Surveillance (SGS).

‎Namun, menurutnya, gagasan tersebut kini tidak lagi dilanjutkan. Hal itu karena Presiden melihat adanya perbaikan kinerja di tubuh Bea Cukai dalam beberapa waktu terakhir.

‎"Tapi ada kemajuan untuk bea cukai. Beberapa minggu lalu saya rapat dengan pak presiden. Dia selalu bilang 'Bea Cukai bubarkan ganti SGS'. Kemaren sudah beda tadinya saya berpikir bea cukai digantikan dengan SGS, tapi ternyata ada perbaikan" ucap Purbaya saat pelantikan pejabat, Jakarta, Selasa (10/3).

‎Bendahara negara itu menuturkan, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya mulai melihat adanya kemajuan dalam kinerja Bea Cukai. Karena itu, pemerintah memilih untuk terus memperbaiki institusi tersebut daripada menggantinya dengan lembaga eksternal.

‎"Dia bilang gini, saya lihat ada perbaikan di sana dan saya yakin kita bisa memperbaiki bea cukai sehingga tidak diberikan ke SGS', tuturnya. 

‎Ia menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras jajaran Bea Cukai. Ia juga menyebut perbaikan kinerja tersebut tidak lepas dari upaya pimpinan dan pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

‎"Saya biasanya kalo rapat di istana kalo mereka mulai ngomong pajak dan bea cukai gw lemes aja. Tapi itu penghargaan luar biasa, kita belum sampai, tapi udh dilihat ada kemajuannya itu karena kerja keras Pak Djaka (Dirjen Bea Cukai) dan kawan-kawan," tambahnya. 

‎Selain itu, Purbaya mengungkapkan Presiden juga menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Pajak yang dinilai mulai menunjukkan perbaikan setelah dilakukan berbagai langkah pembenahan sejak awal tahun.

Menurutnya, apresiasi dari Presiden menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk terus meningkatkan kinerja, khususnya dalam mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak dan kepabeanan.

‎"Pajak saya pikir tidak bisa diperbaiki, ternyata setelah digebrak2 Januari dan Februari baiknya 30%. Itu ucapan pak presiden di depan," terangnya. 

‎Purbaya menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di kementerian. Ia optimistis dengan kerja sama yang kuat, kinerja penerimaan negara akan terus membaik ke depan.

‎"Jadi ini kan kerja sama yang bekerja bareng-bareng yang lain juga sama, tapi yang diincar sama mereka pajak dan bea cukai karena pendapatan kemaren kan. Jadi pujian itu penghargaan apa yang kita kerjaan selama ini. Tapi saya yakin kita bisa maju bersama," Purbaya mengakhiri.