Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Program Pangan Bersubsidi untuk menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Langkah ini sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Ketua Kelompok Pangan dan Ekonomi Daerah Biro Perekonomian dan Keuangan Abdul Ghofar Alhakim menjelaskan, program ini mencakup berbagai komoditas pokok, seperti daging ayam, daging sapi, beras, susu, ikan, dan telur ayam. 

Advertisement

“Contohnya, daging ayam untuk masyarakat tertentu hanya dibanderol Rp8.000 per ekor. Ini langkah untuk memastikan keluarga tetap memperoleh makanan sehat dan bergizi,” kata Ghofar dalam siaran bertema “In This Economy, Jakarta Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Global”, Kamis (11/6). 

Distribusi pangan bersubsidi pada 2026 dilakukan melalui 107 titik pelayanan di lima wilayah kota administratif, termasuk Gerai Perumda Dharma Jaya, Pasar Jaya, dan Food Station. Pemprov DKI juga bersinergi dengan sejumlah daerah lain untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga. 

Misalnya, kerja sama dilakukan dengan Kabupaten Cianjur untuk suplai beras dan Kota Pariaman untuk memenuhi kebutuhan komoditas di Jakarta. Secara total, ada sembilan provinsi yang terlibat untuk berbagai kebutuhan pangan, tidak hanya beras, tetapi juga daging, bawang, cabai, dan komoditas lainnya.

Inflasi Mei 2026
Program ini menjadi penting mengingat data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan inflasi tahunan pada Mei 2026 mencapai 2,49%, meningkat 0,42% poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BPS DKI Kadarmanto, menambahkan, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi secara tahunan. Kontributor terbesar inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,79%, diikuti perawatan pribadi dan jasa lain 0,69%, serta transportasi 0,35%.

Secara komoditas, penyumbang utama inflasi tahunan Jakarta pada Mei 2026 meliputi emas perhiasan (0,58%), angkutan udara (0,18%), daging ayam ras (0,17%), beras (0,13%), dan minyak goreng (0,10%). Inflasi bulanan Mei 2026 tercatat 0,12%, dengan kontribusi utama dari transportasi, terutama kenaikan harga bensin sebesar 1,06% yang menyumbang 0,05% inflasi.

“Program Pangan Bersubsidi menjadi instrumen penting untuk menahan tekanan harga dan memastikan masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah, tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” kata Ghofar.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI untuk mengantisipasi fluktuasi harga bahan pangan dan menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di ibu kota.