periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah terkait anggapan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) disebabkan oleh kondisi fiskal yang buruk.
"Nggak ada (pelemahan nilai tukar). Anda pasti menuduh kebijakan fiskal, kan? Orang bilang, banyak yang bilang, gara-gara fiskalnya berantakan," ujar Purbaya kepada media, Rabu (3/6).
Justru kata Purbaya, kondisi fiskal dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mengalami perbaikan yang signifikan. Ia menyebut defisit APBN hingga akhir Mei terus menyusut dibandingkan bulan sebelumnya.
Bahkan, berdasarkan data sementara yang dimilikinya, defisit anggaran dalam lima bulan pertama tahun ini hanya berada di kisaran 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Itu bulan Mei amat membaik, kan kondisinya dibanding bulan April. Kalau saya kasih bocoran, itu defisitnya tinggal 0,7 dalam 5 bulan. 12 per 5, 0,7 kira-kira, kalau nggak salah hitung ya, 1,7-1,8 persen dari PDB. Jadi kalau dari situ anggaran kita aman sekali. Cuma orang nggak akan pakai itu kan sekarang," terang Purbaya.
Ia menilai sebagian pihak terlalu cepat mengaitkan pelemahan rupiah dengan kondisi fiskal pemerintah. Padahal, menurutnya, berbagai indikator menunjukkan kondisi APBN semakin sehat.
"Pasti mereka akan lihat yang paling jelek. Jadi nggak apa-apa, kita akan hitung. Kita selalu hitung berdasarkan prediksi ekonomi dan prediksi yang benar. Bukan hanya sekian persekian kali sekian. Dan di bulan Mei juga surplusnya, primary surplusnya positif lagi. Lebih tinggi dibanding bulan April," jelasnya.
Selain defisit, Purbaya menyoroti pendapatan penerimaan pajak yang terus mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu.
Menurut dia, penerimaan pajak hingga Mei tercatat tumbuh lebih dari 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa reformasi perpajakan yang dijalankan pemerintah mulai memberikan hasil yang nyata terhadap peningkatan pendapatan negara.
"Dan pendapatan pajak kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tumbuhnya 22 persen lebih. Jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan," ungkapnya.
Lebih jauh, Purbaya menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga dan jauh dari anggapan bahwa pemerintah menjalankan kebijakan anggaran secara tidak hati-hati.
"Sehingga anggaran kita amat aman. Jadi kalau ada isu, pemerintah, kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, nggak begitu. Kita makin bagus. Nanti saya kasih tau, nanti kalau kita meeting di APBN kita ya, saya kasih lihat gambar satu persatu seperti apa," tutupnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar