periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai inisiatif yang mulia. Ia mendorong semua pihak untuk memperbaiki kekurangan program tersebut bersama-sama, bukan saling lempar kesalahan.
Dukungan Bahlil terhadap MBG tak bisa dilepaskan dari latar belakangnya. Ia mengaku pernah merasakan sendiri beratnya hidup susah, termasuk mengalami busung lapar semasa kecil.
"Program ini adalah program yang harus kita wujudkan. Sebagai mantan anak orang susah yang pernah busung lapar, saya katakan bahwa program makanan bergizi gratis ini adalah program mulia. Kalau ada kekurangan ya sama-sama kita sempurnakan, tidak usah kita saling menyalahkan," tutur Bahlil dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6).
Bahlil membenarkan, masih ada sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Namun menurutnya, hal itu justru harus dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan kolektif.
Di luar soal substansi program, Bahlil juga menyinggung fenomena yang ramai di media sosial. Singkatan MBG belakangan kerap dipelintir menjadi "Mas Bahlil Ganteng."
Tren tersebut viral di berbagai platform, dengan warganet menyematkan kepanjangan baru itu pada setiap penyebutan nama program pemerintah itu.
Bahlil pun dengan santai merespons lelucon tersebut. Ia menegaskan kepanjangan yang benar dari MBG tetaplah Makan Bergizi Gratis, bukan versi yang beredar di jagat maya.
Program MBG sendiri dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar memperoleh asupan gizi yang layak. Program ini merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski sempat digoda dengan tren "Mas Bahlil Ganteng," Bahlil memilih meresponsnya dengan candaan ringan sebelum kembali menegaskan urgensi program tersebut.
"Terakhir sekalipun MBG itu bagus, tapi saya mau sampaikan jangan dipelintir. MBG itulah Makanan Bergizi... apa? Kamu jangan bilang Bahlil Ganteng lagi, aduh kacau sekali," pungkas Bahlil.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar