periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya atas kematian ibu yang kehabisan darah dalam perjalanan panjang menuju rumah sakit. Ia menegaskan pemerintah akan mempercepat pembenahan infrastruktur kesehatan di seluruh daerah.

Prabowo menyebut, masalah jarak tempuh yang jauh ke fasilitas medis terdekat merupakan persoalan yang tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Ia berkomitmen memutus rantai persoalan tersebut lewat sejumlah program konkret.

Advertisement

"Saya prihatin, saya mendengar bahwa ada yang meninggal karena pendarahan, kalau melahirkan menuju rumah sakit membutuhkan waktu yang lama," ujar Prabowo saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kiai Haji Muhammad Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (9/7).

Jauhnya jarak dan lamanya waktu tempuh bagi pasien kritis, menurut Prabowo, merupakan persoalan mendasar yang harus segera diselesaikan pemerintah. Ia menilai kondisi ini sudah terlalu lama menjadi hambatan nyata bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan.

Karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh. Upaya tersebut akan diwujudkan melalui pembenahan fasilitas medis di berbagai wilayah Indonesia.

Prabowo menerangkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyusun rencana strategis untuk melakukan perbaikan fasilitas kesehatan dalam skala besar. Program tersebut dirancang menjangkau seluruh kabupaten, bukan hanya daerah-daerah tertentu.

Program prioritas itu juga mencakup perbaikan dan modernisasi terhadap 10.000 puskesmas di seluruh tanah air. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat lini pertama layanan kesehatan masyarakat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.

Kehadiran RSUD K.H. Muhammad Thohir sendiri diharapkan Prabowo dapat menjawab kebutuhan medis warga Kabupaten Pesisir Barat secara langsung. Masyarakat setempat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan penanganan darurat.

Pesisir Barat selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. Peresmian rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memangkas kesenjangan fasilitas medis antara daerah terpencil dan pusat kota.

"Dalam tiga tahun yang akan datang kita akan membangun, bilamana bisa membangun baru, kalau bisa memperbaiki, renovasi 300 sampai 350, sampai 400 rumah sakit di seluruh kabupaten di Indonesia," pungkas Prabowo.