Periskop.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berhasil menghimpun dana sebesar 7 miliar yuan atau sekitar Rp18,5 triliun dari penerbitan surat utang global berdenominasi yuan (Panda Bond). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai keberhasilan penerbitan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.
Purbaya mengatakan keberhasilan transaksi tersebut turut didukung oleh peringkat kredit AAA yang diperoleh Indonesia di pasar China. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dijalankan secara hati-hati dan tetap menjaga kredibilitas.
"Anda bisa lihat di sana seperti itu, AAA rata kanan jadinya. Bagus. Itu menunjukkan bahwa kebijakan Pak Prabowo menjalankan fiskal benar. Nggak seperti kata orang-orang bilang brutal segala macam," kata Purbaya kepada media di Jakarta, dikutip Jumat (24/7).
Purbaya juga optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus menguat pada paruh kedua tahun ini. Menurutnya, pemerintah akan memastikan likuiditas di dalam sistem keuangan tetap memadai untuk menopang aktivitas ekonomi.
"Memang prudent dan hati-hati, dengan dampak yang cukup baik ke ekonomi. Kemarin 5,6%, mungkin triwulan kedua 5,4–5 sekian. Yang saya tahu, semester ke-2—triwulan ke-3, triwulan ke-4 akan tumbuh lebih cepat lagi. Karena kita pastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi," tegas dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto menjelaskan, transaksi penerbitan Panda Bond telah diselesaikan pada 23 Juli 2026 dengan nilai CNY7 miliar atau setara sekitar USD1,033 miliar.
Penerbitan tersebut terdiri atas dua tenor, yakni CNY5,6 miliar bertenor tiga tahun dan CNY1,4 miliar bertenor lima tahun.
"Terdiri dari 2 tenor, yakni tenor 3 tahun sebesar CNY5,6 miliar dan tenor 5 tahun CNY1,4 miliar," kata Suminto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/7).
Minat investor terhadap instrumen tersebut cukup tinggi. Total penawaran yang masuk mencapai CNY17 miliar, atau 2,4 kali dari nilai yang diterbitkan (bid-to-cover ratio).
Rinciannya, permintaan untuk tenor tiga tahun mencapai CNY12,38 miliar dengan bid-to-cover ratio 2,2 kali, sedangkan tenor lima tahun mencatat permintaan CNY4,62 miliar atau 3,3 kali dari nilai yang ditawarkan.
Adapun imbal hasil (yield) yang ditetapkan masing-masing sebesar 1,90% untuk tenor tiga tahun dan 2,19% untuk tenor lima tahun. Proses penyelesaian transaksi (settlement) dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026.
"Settlement akan dilaksanakan tanggal 30 Juli 2026," tutup Suminto.
Tinggalkan Komentar
Komentar