Periskop.id - Kementerian Koperasi mendorong koperasi untuk masuk ke ekosistem industri sawit secara penuh. Langkah awalnya ditandai dengan peresmian pabrik crude palm oil (CPO) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dijadwalkan berlangsung akhir Juli atau awal Agustus mendatang.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menerangkan, target yang ingin dicapai bukan sekadar mengelola kebun sawit. Koperasi juga ditargetkan mengoperasikan pabrik CPO hingga memproduksi minyak goreng secara mandiri.

"Kami akhir bulan Juli atau awal Agustus akan melaksanakan peresmian pabrik CPO oleh koperasi di Musi Banyuasin, dengan luas lahan 3.100 hektare dan kemampuan produksi 60 ton per jam," ujar Ferry dalam konferensi pers, Jumat (3/7).

Pabrik tersebut, menurut Ferry, akan menjadi model bisnis yang nantinya dikembangkan di daerah lain bersama PT Agrinas Palma Nusantara.

"Koperasi ini bisa ikut terlibat dalam proses pendirian pabrik pengolahan kelapa sawit, PKS atau CPO. Dan bahkan kita juga bisa terlibat sampai dengan produk turunannya ke minyak goreng dan lain sebagainya," beber Ferry.

Kebijakan ini disebut Ferry merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Sebelumnya, seluruh rantai produksi sawit, dari kebun hingga produk turunan, sepenuhnya dikuasai pihak swasta.

"Kalau yang kemarin semuanya swasta, kebunnya swasta, CPO-nya swasta, produk turunannya swasta, sekarang atas arahan Bapak Presiden, koperasi harus terlibat bukan hanya di kebun tapi juga di proses produksinya sampai ke produk turunannya," tambah ia.

Ferry juga mengungkapkan ironi yang kerap terjadi di lapangan. Para petani sawit, menurutnya, justru masih sering harus mengantre untuk mendapatkan minyak goreng.

Kondisi itulah yang ingin diakhiri melalui penguatan peran koperasi dalam tata niaga sawit. Ke depannya, hasil produksi akan diolah menjadi produk turunan seperti minyak makan merah atau minyak goreng, lalu dipasarkan lewat jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Jadi kita tidak bergantung lagi dengan pabrik-pabrik CPO yang dimiliki oleh pihak lain. Koperasi bisa lebih mandiri, dan harapannya hasil produk turunannya bisa minyak makan merah atau minyak goreng," imbuhnya.