Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per semester I tahun 2026 mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Defisit APBN sebesar Rp196,5 triliun atau hanya 0,76% terhadap PDB," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Selasa (21/7).
Tercatat penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun atau tumbuh 44,1%, yang terdiri dari penerimaan pajak meningkat 43,9% atau Rp1.035,7 triliun year on year (yoy). Kepabeanan dan cukai sebesar Rp152 triliun atau tumbuh 45,2% yoy.
Selanjutnya, belanja negara tercatat Rp1.656 triliun atau tumbuh 43,1% secara tahunan, yang di antaranya belanja pemerintah pusat Rp1.298,6 triliun atau 41,2%, serta belanja kementerian/lembaga Rp658,9 triliun atau 43,6%.
Sedangkan belanja non-K/L sebesar Rp639,7 triliun atau 38% dan transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp357,4 triliun. Untuk pembiayaan anggaran tercatat Rp452 triliun atau 65,6%.
"Ini menunjukkan fiskal Indonesia tetap kuat. Dengan kinerja tersebut, kami optimistis APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan," tutup dia.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar