Periskop.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano ‘Si Doel’ Karno menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius menjadikan ibu kota sebagai kota sinema . Sekalipun ia merasa, ada pihak yang masih meragukan cita-cita tersebut.
"Jakarta serius. Walaupun mungkin di antara teman-teman film meragukan saya. Kami ingin membuat Jakarta Film Commision dan saya ingin sekali menjadikan Jakarta menjadi kota sinema," kata dia di Jakarta, Kamis (2/4).
Rano mengaku optimistis, DKI Jakarta bisa mewujudkan cita-cita karena didukung berbagai hal termasuk fiskal. Dia mengatakan saat ini, Pemprov DKI masih memiliki insentif pajak tontonan sebesar Rp84 miliar yang rencananya akan dijadikan modal produksi film.
"Dulu, ada kebijakan Jakarta mengembalikan pajak tontonan kepada produser agar produksi film banyak. Dari mulai tahun 2025 sampai sekarang, kami masih pegang kira-kira Rp84 miliar. Makanya, kemarin produser saya kumpulkan. Ingin kami kembalikan kepada produser, untuk produksi," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Rano berkisah tak adanya perbankan yang bersedia membiayai film karena dianggap film mempunyai risiko yang besar.
Hal itu dialami Rano selama menggeluti dunia film selama hampir 55 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, dia telah berpartisipasi dalam sekitar 150 film, memproduksi sekitar lima film, serta sinetron salah satunya "Si Doel Anak Sekolahan".
Pengalaman itu kemudian Rano sampaikan kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta. Dia meyakinkan pihak BI DKI, film Indonesia sudah menjadi tuan rumah sendiri.
Berdasarkan data tahun 2024, jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang. Sekitar 85% di antaranya merupakan penonton film Indonesia. Angka ini menunjukkan film nasional telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memiliki potensi ekonomi yang signifikan.
Sumber Perekonomian Baru
Bank Indonesia (BI) Jakarta juga sependapat, dunia film yang termasuk dalam subsektor ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber perekonomian baru khususnya di Jakarta. Karena itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya bersama Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan ekonomi atau industri kreatif di ibu kota.
“Dengan komposisi penduduk Jakarta yang didominasi generasi milenial dan Gen Z (50,5%), generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi,” kata Iwan.
Menurut dia, ekonomi kreatif termasuk industri film merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja positif, dengan pertumbuhan mencapai 9,42% secara tahunan pada semester I 2025.
Lebih lanjut, industri film mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, seperti pariwisata, kuliner, fesyen, dan transportasi. Selain itu, film juga berperan sebagai media efektif memperkuat citra kota di tingkat global, sejalan dengan visi Jakarta sebagai Kota Sinema.
Oleh karena itu, salah satu upaya dilakukan dalam penguatan peran generasi muda dalam industri kreatif adalah, melalui kegiatan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026. Hajatan ini menjadi salah satu rangkaian Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 sekaligus dalam rangka memperingati Hari Film Nasional.
"Kegiatan ini merupakan momentum yang strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman, khususnya dalam mendorong peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Jakarta," ujar Iwan.
Kegiatan ini menghadirkan pemutaran film pendek serta 'talkshow' interaktif bersama insan perfilman nasional, yaitu Riri Riza dan Prilly Latuconsina.
Iwan mengatakan, inisiatif ini sekaligus menjadi ruang kolaboratif yang mendorong penguatan ekosistem perfilman yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus membuka ruang edukasi dan pembinaan bagi pelajar serta mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam industri kreatif.
Dia berharap penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival dapat menjadi salah satu program unggulan dalam penguatan industri film di Jakarta yang mampu menciptakan ruang kolaborasi. Juga meningkatkan kualitas talenta serta mendorong lahirnya karya-karya yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
"Dengan mengusung tema "Jakarta Kota Kita" Jakarta Youth Film Festival 2026 diharapkan dapat menjadi katalis lahirnya karya-karya kreatif yang berakar pada perspektif lokal sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang kreatif, inklusif dan berdaya saing," tuturnya.
Iwan menambahkan, ke depannya sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan seluruh unsur pentahelix di Provinsi DKI Jakarta, akan terus diperkuat untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Rano pun meyakini dalam waktu dua tahun, kegiatan seperti Jakarta Youth Film Festival 2026, bisa diikuti orang-orang dari mancanegara.
Tinggalkan Komentar
Komentar