periskop.id - Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pemondokan jemaah haji Indonesia di Hotel Buruz Hidayah, Makkah, pada Rabu (20/5).
Hasilnya, Cucun menemukan berbagai masalah yang dapat mengganggu kenyamanan serta keselamatan para jemaah haji.
Cucun menyebutkan, pihaknya menemukan sejumlah masalah krusial terkait kelayakan fasilitas hotel, mulai dari kamar yang kebanjiran, kerusakan lift, hingga minimnya fasilitas wudu dan area jemur pakaian.
"Pada awal kedatangan, lift di Tower 4 bermasalah. Kemudian masalah desain kamar mandi yang rata dengan lantai luar, sehingga airnya meluber membasahi karpet kamar. Apalagi satu kamar diisi lima orang. Lama-kelamaan karpet menjadi bau dan mengganggu kenyamanan jemaah," jelasnya.
Masalah lain muncul karena ketiadaan tempat mencuci dan menjemur pakaian bagi 1.800 jemaah dalam satu tower.
Pengelola hotel juga menerapkan aturan ketat berupa larangan menjemur pakaian pada area atap maupun rubanah.
"Sebelum memutuskan hotel mana yang akan dipakai ke depannya, sarana pendukungnya wajib dipastikan. Musalanya, tempat wudu, tempat cuci, hingga tempat jemuran harus memadai," kata Cucun.
Wakil Ketua DPR RI tersebut mendesak pemerintah mengubah sistem sewa akomodasi demi menghindari skema coba-coba setiap musim haji.
Sewa hotel berkualitas bagus dan berlokasi dekat Masjidil Haram sebaiknya memakai sistem kontrak jangka panjang.
"Pencarian hotelnya harus betul-betul diperhatikan. Kita punya pengalaman menyewa di Bakhutmah atau Jarwal yang lokasinya bagus, tetapi tahun selanjutnya dilepas lagi. Nanti kami di DPR akan mencari solusi bagaimana caranya agar hotel yang sudah terbukti bagus bisa kita booking tidak hanya untuk satu tahun, melainkan dikontrak jangka panjang, misalnya 5 atau 10 tahun," terangnya.
Di sisi lain, Cucun mengapresiasi peningkatan kualitas konsumsi jemaah haji tahun ini.
Sajian menu makanan menggunakkan bumbu khas Nusantara, cocok bagi lidah jemaah, dan nasi tidak keras lagi.
Kompensasi berupa bus selawat rute langsung tanpa transit juga dipastikan berjalan lancar menuju Terminal Jabal Kabah.
"Mengingat Buruz Hidayah telanjur disewa, kompensasinya adalah transportasi harus direct. Tidak boleh ada transit di Bakhutmah atau Aziziah. Alhamdulillah, rutenya murni langsung ke Terminal Jabal Ka'bah yang akses jalannya tidak terlalu jauh ke Masjidil Haram," ujarnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar