periskop.id - Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menegaskan target Indonesia menjabat sebagai presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan keinginan bersama.
“Keinginan dari pemerintah Indonesia untuk memainkan peran yang semakin penting di dunia internasional, termasuk juga dalam bidang HAM ini,” kata Yusril, di Balai Kartini, Rabu (17/12).
Yusril mengatakan, Indonesia sudah beberapa kali terpilih sebagai anggota Dewan HAM PBB, enam kali terpilih dengan suara tertinggi (186 suara) pada Oktober 2023. Bahkan, pada 2024, Indonesia yang diwakili oleh Duta Besar Febrian Ruddyard menjabat sebagai salah satu Wakil Presiden Dewan HAM PBB.
Yusril menilai, langkah tersebut menunjukkan kemajuan Indonesia dalam menjalin diplomasi internasional sebagai partisipasi menciptakan perdamaian dunia abadi dan menegaskan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Yusril menyebut, diplomasi internasional secara terkoordinasi dilakukan oleh beberapa kementerian, meliputi Kementerian Luar Negeri, Kementerian HAM, Kementerian Hukum, Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, dan Kemenko Kumham Imipas.
"Saya sendiri berkali-kali hadir dalam sidang Dewan HAM di Jenewa dan kami mulai sering ditanya, kami menjelaskan sekali satu dengan sebaik-baiknya dan tentu ada kekurangan-kekurangan sehingga kami juga lakukan perbaikan-perbaikan ke dalam," jelas dia.
Sebelumnya, Menteri HAM Natalius Pigai mengungkapkan semangatnya untuk membuat Indonesia mendapatkan posisi Presiden Dewan HAM.
“Hari ini, Kementerian HAM dengan Kementerian Luar Negeri, dengan Wakil Kepala Bappenas telah mengambil posisi hari ini, kami akan rebut presiden Dewan HAM PBB,” kata Pigai, di Jakarta, Rabu (10/12) malam.
Pigai mengatakan, untuk mencapai Indonesia Emas 2045, persiapan perlu dilakukan sejak saat ini yang dimulai dengan mengutamakan nilai-nilai HAM. Selama lima tahun ke depan, Indonesia perlu membangun penguatan HAM.
“Yang rusak, kita recover, perbaiki. Yang bagus, kita pertahankan, maintenance. Yang tidak ada, kita bangun. Lima tahun berikutnya akselerasi, sampai 2034. Lima tahun berikut, kita memengaruhi kawasan. Baru lima tahun terakhir, kita leading (memimpin) di tingkat dunia,” tutur Pigai.
Tinggalkan Komentar
Komentar