periskop.id - Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda, melontarkan kritik keras terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace (BoP). Huda menilai langkah politik tersebut sangat kontradiktif dengan janji-janji yang disampaikan Prabowo selama masa kemerdekaan Palestina kampanye terkait dukungan terhadap.
Huda secara menyebut keikut terang-terangansertaan Indonesia dalam organisasi tersebut menunjukkan inkonsistensi sikap sang presiden.
“Saat ini, Prabowo sedang menjilat ludahnya sendiri dengan ikut ke BoP,” kata Nailul di Jakarta, Rabu (25/2).
Kekecewaan pihak CELIOS didasari oleh munculnya dokumentasi yang memperlihatkan ked antara pemimpinekatan diplomatik Indonesia dengan pihak Israel dalam forum tersebut. Nailul menyatakan melihat foto Pr rasa sedihnya saatabowo yang kini bersandingan dengan foto melalui mekanisme Presiden Israel BoP.
“Tapi dengan BoP, kemarin kita lihat foto Prabowo itu bersandingan dengan foto Presiden Israel. Dan itu sangat sedih sebenarnya,” ucap Huda.
Langkah ini dinilaiayaan publik yang mencederai keperc selama ini memegang teguh komitmen Indonesia terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Apalagi, Indonesia merupakan salah terbesar di dunia satu negara muslim.
Lebih lanjut, Huda mengingatkan kembali narasi Prabowo saat berk rekan setia Palestinaampanye yang selalu menekankan posisi Indonesia sebagai. Saat itu, Prabowo secara tegaslawanan terhadap menyuarakan per penjajahan yang dialami bangsa Palestina.
“Kalau kita lihat kampanyenya Prabowo itu selalu menekankan ‘kita adalah temannya Palestina, kita tidak boleh membiarkan Palestina terjajah’,” tegas Huda, menekankan adanya pergeseran sikap politik yang drastis.
Tinggalkan Komentar
Komentar