periskop.id - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya membeberkan bukti rekaman CCTV terkait kronologi penyerangan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Bukti visual ini memperlihatkan komplotan pelaku telah mengintai pergerakan korban secara matang sejak berada di kantor YLBHI.
"Video pertama menunjukkan pada pukul 19.00 korban memasuki kantor YLBHI untuk mengikuti kegiatan podcast, sejak dari kantor YLBHI termonitor berdasarkan CCTV yang kami ambil, itu sudah ada yang mengikuti oleh terduga pelaku," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imannudin saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu (18/3).
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan peran spesifik masing-masing anggota komplotan. Sebagian pelaku bertugas memantau cermat situasi sekitar kantor lembaga bantuan hukum tersebut.
"Ini adalah yang melihat atau menggambar situasi di kantor YLBHI untuk video satu, kemudian tergambar juga di sana setelah diberi kode korban sudah keluar, kemudian mulai diikuti," lanjutnya.
Pergerakan sindikat penyerang kembali terekam saat aktivis hak asasi manusia itu berhenti di sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Dua orang terduga eksekutor terlihat bersiaga penuh membayangi laju kendaraan sasarannya.
"Selanjutnya, termonitor setelah dari SPBU, posisi sudah ada yang menunggu, ini adalah bagian dari kelompok terduga pelaku, adalah kendaraan kedua yang melakukan monitoring terhadap korban," jelasnya.
Titik paling krusial terekam tajam pada detik-detik eksekusi di lokasi kejadian perkara. Eksekutor bermotor menyiramkan cairan kimia berbahaya tepat ke arah tubuh korban.
"Itu yang kami lingkari warna merah adalah pelaku eksekutor yang menyiramkan cairan, berputar arah, kemudian berpapasan menunggu, nah ini yang hijau adalah korban, itu pada saat dilempar dengan cairan," urainya.
Kelompok penyerang ini langsung memecah rute pelarian usai melancarkan aksi kejahatannya. Satu kendaraan roda dua terpantau nekat melaju melawan arus lalu lintas menuju arah Jalan Diponegoro.
Kamera pemantau di ruas jalan tersebut menangkap momen kedua eksekutor menepi sesaat. Mereka buru-buru membasuh beberapa bagian tubuh menggunakan air mineral kemasan.
"Eksekutor ini diduga cairan tersebut mengenai sebagian dari anggota tubuhnya, mereka berdua mencoba membersihkan dengan air mineral, ini terlihat di video CCTV," tuturnya.
Polisi sebelumnya sukses mengantongi dua identitas terduga pelaku utama berinisial BHC dan MAK. Penetapan ini bermula dari analisis mendalam terhadap 15 saksi serta sinkronisasi sistem Satu Data Polri.
Insiden penyiraman air keras ini terjadi di kawasan Jalan Salemba I menuju Talang pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.37 WIB. Dua pria misterius berboncengan motor matik melawan arah menghampiri korban usai menyelesaikan rekaman siniar.
Serangan zat korosif ini mengakibatkan korban menderita luka bakar menyentuh angka 24%. Cedera fisik menyebar dari area tangan, muka, dada, sampai mengenai bagian mata.
Pihak KontraS mengonfirmasi tidak ada satupun barang berharga milik korban hilang pascainsiden. Kejahatan sistematis ini diduga kuat menjadi strategi pembungkaman suara kritis sang pembela HAM.
Tinggalkan Komentar
Komentar