periskop.id - Anggota Komisi XI DPR RI Mulyadi mengungkapkan maraknya aksi penipuan berkedok petugas pajak yang memanfaatkan momen transisi sistem Coretax. Para penipu siber ini secara agresif menghubungi masyarakat hingga anggota dewan guna mencuri data pribadi wajib pajak.

"Waktu saya minta bantuan Bapak, tiba-tiba saya diteror ngaku-ngaku orang pajak terkait sosialisasi nomor NIP dan NPWP," katanya dalam Rapat Kerja bersama Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (6/4).

Mulyadi langsung meneruskan nomor kontak gelap tersebut kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak guna proses verifikasi. Hasil penelusuran instansi memastikan pelaku murni penipu dan bukan pegawai resmi otoritas negara.

Ia mendesak pemerintah segera menghadirkan figur otoritas resmi untuk menyosialisasikan kebijakan perpajakan secara masif. Langkah ini sangat krusial guna menyejukkan sekaligus melindungi publik dari jebakan informasi menyesatkan di luar sana.

"Masyarakat harus disejukan dengan pola menempatkan figur-figur terbaik untuk melakukan sosialisasi kebijakan," ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Kardaya turut membenarkan ancaman nyata sindikat penipuan pajak daring tersebut. Ia mengaku menerima banyak laporan keluhan masyarakat mengenai panggilan telepon mencurigakan dari pihak tak bertanggung jawab.

Masa awal penggunaan aplikasi Coretax membuat banyak wajib pajak merasa kebingungan. Sindikat kejahatan daring jeli melihat dan memanfaatkan celah ketidaktahuan publik ini sebagai ladang empuk penipuan.

"Karena ini lahan yang paling gampang untuk ditipu," tegasnya.

Kardaya meminta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) segera mengubah strategi pelayanan dari pasif menjadi proaktif. Para petugas pajak harus turun langsung mengedukasi warga terkait tata cara pengisian sistem baru ini di lapangan.

Otoritas pajak wajib mendampingi masyarakat secara intensif setidaknya selama satu tahun pertama penerapan Coretax. Langkah pendampingan langsung atau jemput bola dinilai jauh lebih efektif meredam ruang gerak operasi para penipu daring.

Pemerintah harus membuktikan keseriusan program edukasi ini menjangkau seluruh pelosok penjuru Tanah Air. "Jangan sudah itu hanya katanya, tapi kita nunggu bukti, bukan janji," pungkasnya.