periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya indikasi upaya perintangan penyidikan dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Temuan ini diperoleh setelah tim penyidik melakukan serangkaian penggeledahan di wilayah Semarang, Jawa Tengah.
“Pada Senin (11/5), penyidik menggeledah rumah salah satu pihak yang diduga terafiliasi dengan Blueray. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah catatan dan barang bukti elektronik,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Gedung KPK, Rabu (13/5).
Berdasarkan hasil analisis terhadap barang bukti yang telah disita, penyidik menemukan informasi krusial mengenai adanya pihak-pihak yang mencoba menghalangi jalannya proses hukum di KPK.
“Dari barang bukti tersebut, penyidik mendapatkan informasi adanya upaya untuk menghambat proses penyidikan perkara ini. Bahwa ada informasi berupa upaya pengkondisian dari pihak eksternal dalam proses penanganan perkara terkait bea dan cukai di KPK,” jelas Budi.
Lembaga antirasuah menegaskan, upaya pengkondisian tersebut dapat dikategorikan sebagai tindakan merintangi penyidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Saat ini, penyidik mengkaji apakah perbuatan tersebut telah memenuhi unsur pidana perintangan penyidikan.
“Oleh karena itu, penyidik tentu akan mempertimbangkan apakah perbuatan-perbuatan tersebut masuk dalam unsur perintangan penyidikan atau tidak,” ungkap Budi.
Adapun, kasus ini bermula saat terjadinya kesepakatan jahat antara Orlando (ORL), Sisprian Subiaksono (SIS), John Field (JF), Andri (AND), dan Dedy Kurniawan (DK) pada Oktober 2025. Permufakatan itu berkaitan dengan pengaturan jalur importasi barang yang akan masuk ke Indonesia.
KPK juga telah menetapkan enam tersangka dalam perkara ini. Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024 sampai Januari 2026; Sisprian Subiaksono (SIS) selaku Kepala Subdirektorat Intelijen (Kasubdit) P2 DJBC; Orlando Hamonangan (ORL) selaku Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) DJBC; John Field (JF) selaku Pemilik PT Blueray (BR); Andri (AND) selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT BR; dan Dedy Kurniawan (DK) selaku Manajer Operasional PT Blueray (BR).
Tinggalkan Komentar
Komentar