periskop.id - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menceritakan pengalaman emosionalnya saat pertama kali kembali ke kediamannya sebagai tahanan rumah. Nadiem mengaku perasaannya berkecamuk antara bahagia dan sedih hingga tak kuasa menahan air mata ketika bertemu kembali dengan anak-anaknya.

Nadiem mengungkapkan, momen kepulangannya terasa sangat berat secara mental. Bahkan, ia sempat ragu untuk keluar dari lift menuju pintu rumahnya sendiri.

"Sulit keluar lift ke rumah saya pun saya tertahan di lift, takut untuk masuk kembali ke dalam rumah. Tapi akhirnya saya melangkah dan masuk. Itu perasaan sedih dan senang bercampur. Hal yang tidak bisa saya jelaskan bagaimana rasanya. Jelas banyak air mata," kata Nadiem di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Salah satu momen paling menyentuh bagi Nadiem adalah reaksi anak bungsunya yang masih berusia satu tahun. Ia menceritakan bagaimana sang bayi menangis histeris ketika dirinya harus berpamitan meninggalkan rumah untuk menghadiri persidangan.

"Tadi si kecil, bayi yang berumur satu tahun itu, menangis saat saya keluar untuk sidang hari ini. Karena dia seperti pertama kali merasa saya ada di rumah, lalu pergi lagi. Jadi harus ditarik dari tangan saya," ujar Nadiem.

Nadiem merasa sangat bersyukur atas keputusan majelis hakim yang mengizinkannya menjalani masa perawatan medis di lingkungan keluarga. Menurutnya, keberadaan di rumah dengan kondisi steril sangat membantu persiapannya menghadapi prosedur kesehatan yang mendesak.

Meskipun baru saja menikmati waktu singkat bersama keluarga, Nadiem mengonfirmasi tidak langsung pulang ke rumah usai persidangan. Ia harus segera menuju rumah sakit untuk menjalani tindakan operasi lanjutan demi mencegah dampak kesehatan yang lebih serius.

"Langsung ke rumah sakit. Saya operasi malam ini. Karena kalau tidak, dampaknya bisa ke mana-mana terhadap kesehatan saya. Ini sudah operasi keempat, kelima kalau tidak salah. Jadi harus segera ditangani, kalau tidak risikonya cukup berat untuk saya," ungkap Nadiem.