Periskop.id - Markas Besar (Mabes) TNI membantah keras isu yang menyebut sejumlah prajurit mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Kamis (9/7) dini hari. Isu pergerakan pasukan tersebut dipastikan tidak benar dan merupakan bentuk provokasi di tengah situasi penegakan hukum yang sedang berlangsung.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menegaskan narasi liar yang berkembang mengenai kedatangan tentara ke markas kepolisian sangat tidak berdasar.

“Terlalu provokatif menggunakan bahasa menyerbu dan itu tidak benar adanya,” kata Nas kepada wartawan, Kamis (9/7).

Bantahan ini sekaligus merespons pertanyaan mengenai rumor adanya upaya penjemputan paksa atau pengambilan saksi sipil. Saksi tersebut diketahui tengah diperiksa oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terkait perkara korupsi BUMN.

Nas mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar agar tidak memperkeruh situasi antar-lembaga penegak hukum.

“Tidak benar, waspadai narasi provokatif,” tegasnya.

Untuk memperjelas simpang siur informasi, Nas menegaskan ruang lingkup bantahan resmi dari institusinya.

TNI menekankan penolakan informasi ini bersifat menyeluruh, yang berarti sama sekali tidak ada pengerahan atau kehadiran personel TNI ke wilayah Polda Metro Jaya pada dini hari tersebut.

“Tidak benar ada yang datang,” ungkap Nas.

Sebelumnya, beredar kabar yang menyebut area Polda Metro Jaya sempat didatangi sekitar 50 orang berambut cepak yang diduga dari unsur TNI pada Kamis pagi. Rumor itu mencuat tak lama setelah tim gabungan kepolisian melancarkan penggeledahan serentak di 12 lokasi, termasuk kafe dan rumah pribadi yang berkaitan dengan seorang Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.