periskop.id - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan kesiapan membalas potensi serangan Amerika Serikat dengan menargetkan pembangkit listrik Israel beserta fasilitas pemasok pangkalan militer AS di kawasan. Lembaga militer Iran ini sekaligus menepis tudingan AS terkait rencana penghancuran pabrik desalinasi air di Teluk.

​"Apa yang kami lakukan adalah mengumumkan keputusan jika terjadi serangan terhadap pembangkit listrik, Iran akan membalas dengan menargetkan pembangkit listrik rezim pendudukan Israel dan pembangkit listrik negara-negara di kawasan yang memasok listrik ke pangkalan Amerika," ungkap perwakilan IRGC dalam keterangan resmi, Senin (23/3), seperti dilansir Al Jazeera.

​Ancaman balasan Iran tidak hanya terbatas pada sektor kelistrikan di wilayah tersebut.

​IRGC bersiap menyerang berbagai infrastruktur ekonomi, industri, hingga energi yang memiliki porsi saham milik warga Amerika Serikat.

​Militer Iran memegang prinsip pembalasan setimpal untuk setiap kerusakan fasilitas akibat serangan musuh.

​"Anda menyerang rumah sakit kami, kami tidak melakukan itu. Anda menyerang pusat bantuan kami, kami tidak melakukan itu, Anda menyerang sekolah kami, kami tidak melakukan itu. Tetapi jika Anda menyerang listrik, kami akan menyerang listrik," tegasnya.

​Reaksi berimbang ini sengaja diambil guna menghalau rentetan serangan militer musuh lebih lanjut.

​Institusi pertahanan ini bertekad menyamakan level efek jera demi meredam segala bentuk ancaman militer asing.

​"Kami bertekad merespons setiap ancaman pada tingkat pencegahan yang sama dengan yang diciptakannya, dan kami akan melakukannya," jelasnya.

​Pihak IRGC turut memperingatkan Amerika Serikat agar tidak meremehkan kekuatan persenjataan Teheran.

​Kapasitas tempur sesungguhnya dari pasukan Iran diklaim akan terbukti langsung saat berhadapan di medan peperangan.

​"Amerika tidak mengetahui kemampuan kami dan akan melihatnya di lapangan," pungkasnya.