Periskop.id - Garda Revolusi Iran (IRGC), Senin (13/4) memperingatkan ‘tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman’, setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade lalu lintas kapal dari dan ke pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.
“Keamanan pelabuhan di kawasan Teluk dan Laut Oman harus berlaku "bagi semua pihak atau tidak sama sekali," kata IRGC dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.
Angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan itu, menganggap pembelaan hak hukum negara sebagai kewajiban sah, termasuk pelaksanaan kedaulatan atas perairan teritorial.
Singkatnya, ‘Kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh’ akan dilarang melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain dapat melintas sesuai peraturan yang ditetapkan Iran.
IRGC juga menyatakan Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz, bahkan setelah perang. "Pembatasan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap pergerakan maritim di perairan internasional adalah ilegal dan setara dengan pembajakan," sebut pernyataan itu.
Pengumuman Blokade
Sebelumnya, AS menyatakan akan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran mulai Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB). Langkah itu diambil setelah pembicaraan langsung antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu berakhir tanpa kesepakatan.
Setelah pengumuman blokade, pengiriman melalui Selat Hormuz sendiri langsung terhenti. Hal ini dilansir menurut laporan intelijen maritim yang berbasis di London.
Lalu lintas yang sebelumnya sudah beroperasi pada tingkat terbatas tiba-tiba berhenti total, karena kapal-kapal mulai berbalik arah di Selat Hormuz, demikian laporan Lloyd’s List.
Hal itu terjadi ketika AS meningkatkan operasi pembersihan ranjau dan menuding Iran gagal menghormati komitmennya, untuk membuka kembali jalur air internasional tersebut.
Donald Trump, Minggu (12/4), meyakini, negara-negara lain akan membantu AS dalam melakukan blokade angkatan laut terhadap Iran, setelah negosiasi dengan Iran di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
"Baiklah, kami akan melakukan blokade. Ini akan perlu sedikit waktu, tetapi akan segera efektif," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News.
Negara Teluk
Menurut Trump, banyak negara akan membantu AS dalam hal blokade tersebut dan pihaknya akan melakukan blokade secara penuh. "Kami tidak akan membiarkan Iran mendapatkan uang dengan menjual minyak kepada orang-orang yang mereka sukai dan bukan kepada orang-orang yang tidak mereka sukai," kata Trump.
Blokade tersebut, lanjutnya, akan memakan waktu sedikit, tetapi akan segera efektif. Negara-negara Teluk pun sudah membantu upaya tersebut, kata Trump, tanpa menyebutkan negara-negara tersebut secara spesifik.
Dia menambahkan bahwa pihak Iran bisa saja menyatakan akan menjatuhkan satu atau dua, bahkan hingga 10, ranjau. "Jika Anda memiliki kapal yang harganya satu miliar dolar, maka Anda akan berkata, 'Ya, saya lebih suka tidak terkena ranjau, kehilangan kapal saya atau setidaknya merusaknya parah'," kata Trump dengan menyebutnya sebagai "pemerasan".
AS dan negara-negara lain, kata Trump, akan mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau yang ditinggalkan Iran.
"Kami memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Sekarang, kami memiliki kapal penyapu ranjau bawah laut yang sangat canggih, terbaru, dan terbaik; tetapi kami juga mendatangkan kapal penyapu ranjau yang lebih tradisional. Jadi, saya mengerti Inggris dan beberapa negara lain mengirimkan kapal penyapu ranjau," ucapnya.
Trump pun merasa sangat kecewa dengan NATO dan mengatakan, NATO kini ingin datang dan membantu AS membersihkan selat itu. "Dan tidak akan butuh waktu lama untuk membersihkannya. Jadi kami akan membersihkan selat itu dan mereka akan dapat menggunakan selat itu dalam waktu yang tidak terlalu lama," tuturnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar