periskop.id - Tim Watts, anggota Parlemen Australia, menggunakan frasa "oke gas" saat mengumumkan kesepakatan anggaran pendidikan bahasa Indonesia. Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Minggu (7/6), politisi tersebut menyatakan pemerintah federal Australia telah menyetujui alokasi AU$11,4 juta atau sekitar Rp145 miliar khusus untuk pelajaran bahasa Indonesia.

Watts menjelaskan, dana itu merupakan bagian dari total AU$33,2 juta yang dikucurkan untuk mendukung implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia. Perjanjian tersebut ditandatangani Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Februari lalu.

Advertisement

“Anggaran Federal mengatakan ‘Oke Gas!’ atau ‘Ayo kita mulai’ untuk meningkatkan keterlibatan Australia dengan tetangga, mitra, dan sahabat kita, Indonesia,” ujar Watts dalam unggahan di Instagram.

Dalam video yang turut ia bagikan, Watts mengutip dua pernyataan pemimpin Indonesia secara berurutan. Ia menyitir ucapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat berkunjung ke Australia, lalu mengaitkannya dengan slogan “oke gas” yang identik dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Seperti yang disampaikan Presiden Indonesia sebelumnya, Jokowi, di tempat ini pada 2020, ‘Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia’. Tahun ini, pendanaan federal menyatakan ‘Oke gas’ atau ‘Let’s Go’ untuk meningkatkan hubungan dengan tetangga dan teman kita, Indonesia,” ucapnya.

Watts mengingatkan bahwa pengajaran bahasa Indonesia di Australia terancam hilang jika tidak ada intervensi serius. Menurutnya, jumlah kampus dan sekolah yang masih mengajarkan bahasa Indonesia di negeri Kanguru terus menyusut dari tahun ke tahun.

“Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia, dan tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia untuk dipahami selain Indonesia. Tanpa intervensi, pengajaran bahasa Indonesia di Australia akan punah pada masa jabatan Parlemen berikutnya,” tulis Watts.

Selain anggaran bahasa, Watts mengungkapkan pemerintah Australia turut mengalokasikan AU$3,4 juta untuk membangun Dialog Kepemimpinan Australia-Indonesia. Pemerintah juga menambah kuota beasiswa bagi pelajar Australia yang ingin belajar bahasa Indonesia langsung di Indonesia, yang ia nilai sebagai investasi strategis jangka panjang.

Ia juga menceritakan kunjungannya ke Solo bulan lalu bersama Wakil Pimpinan Senat Richard Colbeck. Kota itu disebut sebagai pusat politik dan budaya di Jawa Tengah, sekaligus kampung halaman Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Bulan lalu, saya mengunjungi Indonesia dalam kelompok mitra Parlemen Indonesia bersama Wakil Pimpinan Senat Richard Colbeck. Kami mengunjungi Solo, pusat politik dan budaya di Jawa Tengah. Kami menjalin hubungan dengan pemimpin muda, termasuk Wali Kota Respati Ardi dan Pangeran Mangkunegara X,” pungkas Watts.