periskop.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya tsunami yang menghantam tiga wilayah Indonesia setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Mindanao, Filipina. Gelombang tertinggi yang terukur mencapai 0,19 meter.
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan bahwa tsunami terdeteksi di tiga titik berbeda dengan ketinggian gelombang yang bervariasi.
"Tsunami sudah tercatat di 3 lokasi," ujar Nelly dalam jumpa pers virtual, Senin (8/6).
Menurut data resmi BMKG, lokasi terdampak meliputi Kedi di Maluku Utara, Ulu Siau, dan Melonguane. Masing-masing mencatat ketinggian gelombang berbeda.
Di Kedi, gelombang tsunami terpantau paling rendah yakni 0,09 meter pada pukul 07:20 WIB. Ulu Siau mencatat ketinggian 0,18 meter pada pukul 07:27 WIB. Sementara itu, Melonguane menjadi lokasi dengan gelombang tertinggi, mencapai 0,19 meter, juga pada pukul 07:27 WIB.
BMKG merilis data resmi tersebut melalui kanal komunikasi mereka segera setelah guncangan dari Mindanao terdeteksi.
"Telah terdeteksi di Kedi Maluku Utara (07:20 WIB) 0,09 meter, Ulu Siau (07:27 WIB) 0,18 meter, Melonguane (07:27 WIB) 0,19 meter," demikian pernyataan BMKG.
Gempa kuat di Mindanao menjadi pemicu gelombang tsunami yang kemudian terpantau di sejumlah wilayah Indonesia. Pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan perkembangan situasi pascaguncangan.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar