periskop.id - Bill Gates, pendiri Microsoft sekaligus salah satu orang terkaya di dunia, diinterogasi oleh anggota parlemen Amerika Serikat pada Rabu (10/6/2026). Pemeriksaan ini berpusat pada keterkaitan Gates dengan mendiang Jeffrey Epstein, sosialita dan pebisnis yang terbukti terlibat dalam jaringan kejahatan seksual bertarget anak di bawah umur.
Epstein meninggal di sel tahanan New York pada 2019 saat tengah menunggu proses persidangan atas tuduhan perdagangan seks yang melibatkan korban di bawah umur. Kematiannya tidak menyurutkan penyelidikan, justru memicu serangkaian penggalian dokumen yang terus bergulir hingga hari ini.
Gates Dipanggil Komite Pengawas DPR AS
Pendiri Microsoft itu dijadwalkan hadir di hadapan Komite Pengawas House of Representatives (DPR) Amerika Serikat pada siang waktu setempat. Pemanggilan ini dilakukan setelah Departemen Kehakiman AS merilis sejumlah dokumen terkait Epstein yang menyinggung nama Gates.
Gates bukan satu-satunya tokoh yang dipanggil. Sejumlah nama besar sebelumnya telah menjalani proses serupa di hadapan komite yang sama, di antaranya Bill dan Hillary Clinton, serta Menteri Perdagangan Howard Lutnick.
Partai Demokrat menyatakan berniat menggali informasi tentang sejauh mana pengetahuan Gates atas kejahatan yang dilakukan Epstein, serta sifat menyeluruh dari hubungan keduanya. Berbeda dari beberapa sesi wawancara sebelumnya, pemeriksaan terhadap Gates tidak akan direkam dalam format video.
Isi Dokumen Epstein yang Menyebut Nama Gates
Arsip Epstein yang dirilis mencakup draf surat elektronik bertanggal 2013. Dalam dokumen tersebut, Epstein tampak mengusulkan untuk membantu Gates mengelola imbas dari sebuah perselingkuhan, termasuk memfasilitasi pencarian antibiotik setelah adanya indikasi infeksi menular seksual.
Gates telah lebih dahulu membantah keaslian surat elektronik itu dan menegaskan dokumen tersebut merupakan pemalsuan. Ia mengakui berselingkuh dengan dua perempuan warga negara Rusia, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal berdasarkan keterangan yang ia sampaikan kepada staf yayasannya, namun membantah pernah menghabiskan waktu bersama para korban Epstein.
Pernyataan Gates soal Hubungannya dengan Epstein
Juru bicara Gates menegaskan bahwa miliarder tersebut menyambut baik kesempatan memberikan keterangan kepada komite. Menurutnya, Gates "tidak pernah menyaksikan maupun terlibat dalam tindakan ilegal Epstein."
Kepada televisi Australia pada Februari lalu, Gates sendiri menyampaikan penyesalannya secara terbuka. "Setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya menyesal, dan saya minta maaf karena telah melakukan hal itu... Memang benar saya hanya ada saat makan malam. Saya tidak pernah pergi ke pulaunya, saya tidak pernah bertemu wanita mana pun," ujarnya, sebagaimana dikutip AFP.
Gates mengakui hubungannya dengan Epstein bermula pada 2011, tiga tahun setelah Epstein menerima putusan bersalah di Florida atas dakwaan mengajak anak di bawah umur untuk terlibat dalam prostitusi. Ia juga menyebut dirinya "bodoh" karena tetap menjalin kedekatan dengan sosok yang bermasalah secara hukum tersebut.
Peran Melinda French Gates dan Konteks Perceraian
Mantan istri Gates, Melinda French Gates, dilaporkan sudah menyampaikan kekhawatirannya terkait hubungan itu sejak 2013. Meski demikian, Gates diketahui melanjutkan keterkaitan tersebut setidaknya satu tahun setelahnya.
Melinda French Gates menceraikan pendiri Microsoft itu pada 2021. Dalam pernyataan terpisah, ia menyebut pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab seputar relasi tersebut adalah tanggung jawab mantan suaminya dan pihak-pihak lain yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan.
Komite Pengawas DPR AS kini sedang menjalankan penyelidikan menyeluruh terhadap Epstein dan kaki tangannya, Ghislaine Maxwell, sebagai bagian dari evaluasi besar terhadap cara pemerintah menangani kasus ini beserta arsip-arsip yang telah dipublikasikan. Pemeriksaan terhadap Gates menjadi salah satu babak penting dalam proses panjang tersebut.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar