Periskop.id - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menuding sejumlah pejabat Israel berupaya memperpanjang konflik dengan Iran tanpa batas waktu. Tudingan itu disampaikan Vance lewat sebuah podcast pada Rabu (15/7).
Vance menyebut ada pihak dalam pemerintahan Israel yang berusaha memanipulasi opini publik Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan membuat perang dengan Iran terus berjalan tanpa kejelasan akhir.
"Ada segelintir orang di sistem [pemerintahan Israel] yang kami yakini tanpa sedikit pun keraguan sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang [dengan Iran] terus berlanjut tanpa batas waktu," kata Vance dalam podcast bersama Joe Rogan, Rabu (15/7).
Ia menegaskan, Presiden Donald Trump tetap akan menjalankan kampanye militer terhadap Iran, terlepas dari pengaruh Israel. Vance menuturkan, keyakinan Trump didasari sikap tegas bahwa Teheran tidak boleh diizinkan memiliki senjata nuklir.
Sementara itu, Al-Monitor melaporkan versi berbeda dengan mengutip sumber keamanan Israel. Media tersebut menyebut Israel khawatir pemerintahan Trump kehilangan tekad untuk melenyapkan persenjataan nuklir Iran.
Menurut sumber yang dikutip Al-Monitor, fokus AS disebut mulai bergeser ke urusan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, bukan lagi pada penghancuran program nuklir Iran.
Ketegangan ini muncul di tengah rentetan serangan militer AS terhadap Iran yang berlangsung sejak 8 Juli. Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara Timur Tengah. Aksi saling serang antara kedua negara pun terus berlanjut.
Pada Ahad, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Penutupan itu akan berlangsung hingga intervensi AS di kawasan tersebut berakhir.
Trump sendiri sempat menyampaikan sikap Washington soal jalur pelayaran strategis itu. Pada 13 Juli, ia menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz sekaligus melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar