Periskop.id - Venezuela mencatat lonjakan korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang wilayah pesisirnya pada Juni 2026. Angka kematian kini telah melampaui 5.000 orang, dengan mayoritas korban berasal dari kawasan pesisir yang paling parah terdampak.

Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengonfirmasi data terbaru tersebut melalui unggahan di Telegram. Ia menyebutkan, bencana yang mengguncang negara bagian La Guaira di utara Caracas itu telah menewaskan sedikitnya 5.069 orang.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu terjadi dalam interval waktu kurang dari satu menit pada 24 Juni. Guncangan ganda tersebut menghancurkan sebagian besar wilayah pesisir La Guaira dalam waktu singkat.

AFP melaporkan pada Sabtu (18/7), jumlah korban luka-luka tercatat stagnan di angka 16.740 orang. Sebagian besar pasien dilaporkan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Di tengah proses pemulihan, otoritas Venezuela mengumumkan pencairan dana ratusan juta dolar dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membiayai rekonstruksi wilayah terdampak.

Presiden Interim Delcy Rodriguez menyatakan, negaranya telah menarik dana sebesar US$346 juta atau setara Rp6,2 triliun dari IMF. Dana tersebut, menurutnya, dialokasikan khusus untuk pemulihan pascabencana.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva turut mengonfirmasi pencairan dana darurat itu lewat akun resmi X miliknya. Ia menjelaskan, lembaganya bekerja sama dengan mitra-mitra kunci untuk membantu Venezuela mengakses sumber daya mereka sendiri di dalam Fund guna memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.

Dana tersebut ditarik melalui posisi cadangan atau reserve tranche milik Venezuela di IMF.

Krisis kemanusiaan pascagempa masih berlangsung hingga saat ini. Sekitar 20.000 warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tinggal di kamp-kamp pengungsian yang padat, dengan kondisi minim pasokan air bersih dan sistem sanitasi layak.

Secara keseluruhan, Venezuela memiliki hak tarik khusus atau Special Drawing Rights (SDR) senilai 3,568 miliar di IMF, setara kurang lebih US$5,1 miliar. Aset ini sebelumnya sempat dibekukan lembaga keuangan global tersebut karena tidak mengakui keabsahan Nicolas Maduro sebagai presiden.

Pemulihan hubungan antara IMF, Bank Dunia, dan Venezuela baru terjadi pada April lalu, setelah Amerika Serikat menggulingkan Maduro melalui intervensi militer pada Januari. Hubungan bilateral Venezuela dengan kedua lembaga keuangan internasional itu sebelumnya membeku sejak 2019.