Periskop.id - Ekspor China melonjak 27% pada Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh permintaan kendaraan listrik dan kebutuhan teknologi terkait kecerdasan buatan (AI).
Kenaikan ekspor tersebut melampaui perkiraan para ekonom. Sebagai perbandingan, ekspor China pada Mei hanya tumbuh 19% secara tahunan.
Data itu diungkap Associated Press (AP) pada Selasa (14/7). Selain ekspor, impor China turut melonjak 36% pada Juni, jauh lebih kuat dibanding pertumbuhan 27% yang tercatat pada Mei.
Ekspor otomotif China, terutama kendaraan listrik, tercatat meningkat pesat bersama produk-produk berbasis teknologi lain. Adopsi AI yang berkembang cepat turut mengerek kebutuhan chip semikonduktor dan berbagai peralatan elektronik pendukung.
Kinerja ekspor yang kuat ini dinilai membantu mengimbangi lemahnya belanja dan investasi di dalam negeri China.
Pemerintah China dijadwalkan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 pada Rabu (15/7). Beijing sebelumnya menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahunan di kisaran 4,5% hingga 5,0%.
Dana Moneter Internasional (IMF) pekan lalu menaikkan proyeksi pertumbuhan tahunan China sebesar 0,2 poin persentase menjadi 4,6%.
Kenaikan proyeksi ini sejalan dengan performa ekspor yang lebih baik dari perkiraan, meski konsumsi domestik masih tertekan.
Beijing telah berupaya mendorong belanja konsumen lewat sejumlah kebijakan, termasuk subsidi tukar tambah untuk pembelian mobil dan peralatan rumah tangga.
Meski demikian, banyak warga China masih menahan diri dari pembelian barang-barang bernilai besar akibat tekanan perlambatan ekonomi yang dirasakan sehari-hari.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar