periskop.id - Mabes TNI menegaskan kesiapan penuh untuk menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah isu rencana aksi demo besar yang ramai beredar di media sosial. Kepala Pusat Penerangan TNI menyampaikan, seluruh jajaran prajurit pada prinsipnya selalu berada dalam kondisi siaga.
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menyebutkan, kesiapan institusinya bahkan melampaui batas waktu normal, demi memastikan situasi negara tetap kondusif.
"Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari. Jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap," kata Brigjen Muhammad Nas kepada awak media di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6).
Isu pergerakan massa itu mencuat seiring kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai tengah tertekan. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi pemantik narasi demo besar di berbagai platform digital.
Meski menegaskan pasukan siap bergerak kapan saja, Nas mengungkapkan TNI belum mengambil langkah antisipasi khusus atau pengamanan luar biasa terkait isu tersebut.
Wacana potensi aksi massa sebelumnya juga sempat dilontarkan secara terbuka oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel. Ia menyinggung hal itu usai menjalani sidang vonis terkait perkara dugaan korupsi sertifikasi K3 Kementerian Ketenagakerjaan pada Kamis (4/6).
Dalam pernyataannya, Noel secara gamblang mengingatkan Presiden Prabowo Subianto soal potensi eskalasi politik yang disebutnya sudah matang. Pernyataan tersebut turut memperkuat perbincangan mengenai kemungkinan munculnya gelombang aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Nas menegaskan TNI tidak akan bergerak berlebihan tanpa instruksi yang jelas. Ia merinci, kesiapan yang ada saat ini merupakan kondisi normal institusi militer, bukan respons khusus atas isu yang berkembang.
Narasi demo besar sendiri dinilai tumbuh dari keresahan yang sudah lama mengemuka di tengah masyarakat. Tekanan ekonomi global dan kondisi domestik yang belum sepenuhnya pulih disebut sebagai latar belakang yang mendorong wacana tersebut semakin menguat di ruang publik.
"Belum sampai ke sana. Belum," pungkas Nas.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar