Periskop.id - Kondisi kesehatan global saat ini tengah menghadapi tantangan besar yang bukan berasal dari virus atau bakteri, melainkan dari pola hidup dan faktor lingkungan. 

Berdasarkan data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), sebanyak 74% kematian di seluruh dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). Di Indonesia, angkanya bahkan jauh lebih mengkhawatirkan karena menyentuh angka 78% dari total kematian nasional.

PTM, atau dalam istilah medis disebut sebagai noncommunicable diseases (NCD), adalah jenis penyakit kronis jangka panjang yang tidak menular antarmanusia. Berbeda dengan flu atau tuberkulosis yang disebabkan infeksi, PTM berkembang secara perlahan akibat kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, serta perilaku. 

Gaya hidup modern yang minim aktivitas fisik, diet buruk, serta kebiasaan merokok menjadi katalis utama perkembangan penyakit ini.

Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan persentase mencapai 43%. Penyakit ini menyerang sistem peredaran darah, terutama jantung dan pembuluh darah. Berikut adalah beberapa kondisi kardiovaskular yang paling mematikan:

  1. Serangan Jantung: Terjadi akibat penyumbatan atau robekan pada arteri. Faktor risiko utamanya meliputi kolesterol tinggi, hipertensi, serta paparan asap rokok baik aktif maupun pasif.
  2. Stroke: Kondisi terputusnya suplai darah ke otak yang memicu kematian sel otak. Terdapat dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik yang disebabkan bekuan darah dan stroke hemoragik akibat pendarahan di otak.
  3. Aritmia: Gangguan pada irama detak jantung yang menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.
  4. Gagal Jantung: Kondisi di mana jantung kehilangan kemampuan untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan tubuh.

Komplikasi Maternal, Perinatal, dan Tantangan Gizi

Kondisi yang berkaitan dengan kesehatan ibu (maternal), bayi baru lahir (perinatal), dan masalah gizi menyumbang 17% angka kematian di Indonesia. Isu ini berdampak langsung pada Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). 

Komplikasi seperti preeklampsia, pendarahan hebat saat persalinan, hingga gangguan janin seperti Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional. 

Selain itu, defisit mikronutrien seperti anemia pada ibu hamil turut memperburuk kondisi kesehatan generasi mendatang.

Kanker dan Penyakit Pernapasan Kronis

Kanker menyumbang 11% dari total kematian di Indonesia. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyerang bagian tubuh mana saja, dengan jenis yang paling umum adalah kanker payudara, paru-paru, usus besar, serta prostat.

Sementara itu, penyakit pernapasan kronis berada di angka 6%. Kondisi medis jangka panjang ini menyerang saluran napas atas hingga paru-paru. Beberapa jenis yang paling sering ditemui adalah:

  • Asma: Penyempitan saluran napas yang menyebabkan sesak.
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Gabungan dari bronkitis kronis dan emfisema yang biasanya disebabkan oleh polusi udara dan asap rokok.

Cedera, Diabetes, dan Masalah Metabolik Lainnya

Data menunjukkan bahwa cedera akibat kecelakaan atau gerak berlebihan menyumbang 5% kematian. Hal ini mencakup kerusakan pada otot, ligamen, hingga tulang yang mengakibatkan kegagalan fungsi organ.

Di sisi lain, diabetes mencatatkan angka 3%. Penyakit metabolik ini ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. 

Sangat penting untuk dicatat bahwa saat ini diabetes tidak lagi hanya menyerang kelompok usia lanjut, namun mulai banyak ditemukan pada anak-anak akibat pola konsumsi gula yang tidak terkontrol. 

Sisa 15% kematian lainnya disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan medis lainnya yang tidak termasuk dalam kategori utama tersebut.

Posisi Indonesia di Kawasan ASEAN

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi yang cukup tinggi dalam hal prevalensi kematian akibat PTM. Berikut adalah perbandingan data kematian akibat PTM di wilayah ASEAN:

NegaraPersentase Kematian akibat PTM
Brunei Darussalam81%
Vietnam81%
Indonesia78%
Malaysia76%
Singapura75%
Tailan75%
Myanmar72%
Kamboja69%
Filipina68%
Laos65%
Timor Leste54%