periskop.id - Manajemen baru PT Multi Makmur Lemindo (PIPA) memaparkan arah transformasi bisnis perusahaan di tengah upaya pemulihan kepercayaan pasar pascasanksi regulator. Perusahaan menegaskan sektor minyak dan gas akan menjadi penopang utama pertumbuhan, sementara bisnis manufaktur tetap dipertahankan sebagai pendukung.
Langkah ini diambil menyusul tekanan pasar setelah Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan sanksi administratif yang berdampak pada pergerakan saham perseroan.
Direktur PIPA Noprian Fadli menyatakan sektor oil and gas akan mengambil porsi dominan dalam struktur bisnis ke depan.
“Untuk persentase yang jelas, oil and gas akan dominan. Kalau dibilang lebih dari 50%, pasti, karena itu core business yang akan menjadi pendorong utama,” ujarnya saat konferensi pers di Hotel Aston TB Simatupang, Jakarta, Senin (9/2).
Sementara itu, bisnis manufaktur pipa akan bersifat komplementer dan tetap dikembangkan.
Menurut Noprian, masuknya proyek-proyek oil and gas justru berpotensi memperbesar kapasitas manufaktur. Perseroan berencana menambah lini produksi, tidak hanya pipa PVC, tetapi juga pipa berbahan HDPE agar selaras dengan kebutuhan sektor energi.
“Manufaktur bisa lebih besar dari sekarang karena adanya proyek oil and gas. Ke depan kami juga akan menambah lini manufaktur HDPE agar fit dengan bisnis tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, rencana pengembangan manufaktur berbasis HDPE sebenarnya sudah pernah dibahas pada periode manajemen sebelumnya, termasuk peluang kerja sama dengan investor asing.
“Itu sudah dilirik dan sempat ada rencana kerja sama dengan investor dari China. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Terkait peluang kolaborasi dengan emiten lain di sektor energi, Noprian menyebut perusahaan tidak menutup pintu. Meski saat ini PIPA masih memprioritaskan pengembangan bisnis secara mandiri, opsi kerja sama tetap terbuka jika dinilai menguntungkan.
“Kami tidak pernah menutup kemungkinan kolaborasi selama bisa menghasilkan profit dan memberi manfaat besar bagi para pemangku kepentingan, terutama investor,” kata dia.
Sebagai bagian dari pembenahan korporasi, manajemen PIPA juga berencana melakukan audiensi dengan Bursa Efek Indonesia dan OJK, menggelar public expose, serta menyelesaikan laporan keuangan audit tepat waktu. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperjelas arah transformasi perusahaan sekaligus memulihkan kepercayaan pasar terhadap fundamental PIPA.
Tinggalkan Komentar
Komentar