periskop.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menetapkan skema distribusi peserta Program Magang Nasional secara proporsional berdasarkan data lulusan perguruan tinggi di tiap provinsi. Langkah ini diambil menyusul evaluasi batch pertama yang pesertanya masih menumpuk di DKI Jakarta.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menguraikan, penumpukan itu kemungkinan dipicu dua faktor. Pertama, upah minimum di Jakarta lebih tinggi dibanding daerah lain. Kedua, banyak peserta memanfaatkan program ini sebagai kesempatan menimba pengalaman langsung di ibu kota.
"Yang bisa jadi adalah karena memang upah minimumnya lebih besar, atau magang ini dijadikan kesempatan buat adik-adik untuk mendapatkan pengalaman juga langsung di pusat, di ibu kota negara mungkin," ujar Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Ke depan, sebaran peserta akan ditentukan secara proporsional. Kemnaker menyebut data jumlah lulusan perguruan tinggi per provinsi akan menjadi acuan utama dalam menentukan kuota distribusi.
"Nanti basisnya adalah proporsional. Kita punya data lulusan perguruan tinggi setiap provinsi. Dan itu nanti akan menjadi salah satu pertimbangan agar sebaran itu merata," jelasnya.
Skema distribusi baru ini membawa konsekuensi langsung bagi perusahaan mitra. Yassierli menegaskan, tidak semua mitra yang telah mengajukan kebutuhan peserta ke Kemnaker akan otomatis mendapat kuota sesuai permintaan.
"Jadi belum tentu perusahaan itu akan mendapatkan peserta magang. Karena nanti ada faktor sebaran," ujar Yassierli.
Soal pembiayaan, pemerintah memastikan skema program pada tahun ini sepenuhnya masih ditanggung negara. Rencana pembagian biaya bersama pengusaha yang sempat mengemuka pada awal Mei lalu belum akan diberlakukan untuk batch ini.
"Iya, belum ada sharing. Untuk uang sakunya sama, sebesar upah minimum dari masing-masing lokasi tempat magang. Jadi apakah ada upah minimum kota/kabupaten atau upah minimum provinsi. Khusus untuk Jakarta upah minimum provinsi, kalau yang lain upah minimum kota/kabupaten," terang Yassierli.
Program Magang Nasional batch 4 dijadwalkan bergulir pada Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan anggaran yang disiapkan mencapai Rp4,14 triliun.
"Program magang nasional batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150 ribu peserta dengan anggaran sebesar Rp4,14 triliun," kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Kepastian anggaran itu tercapai setelah Airlangga bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Yassierli, menggelar rapat membahas paket stimulus untuk masyarakat pada semester II 2026. Dari evaluasi batch 1, Kemnaker juga mencatat hasil yang cukup positif.
"Kita juga mendapatkan hasil evaluasi batch satu, ada sekitar 35 persen adik-adik magang kita itu ditawari untuk bekerja di tempat magang," pungkas Yassierli.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar