Periskop.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengimbau seluruh instansi pemerintah memberi keleluasaan kerja bagi aparatur sipil negara yang ingin mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah. Imbauan itu tertuang dalam Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang terbit Jumat (10/7).
Pejabat Pembina Kepegawaian di setiap instansi diminta memberi kesempatan bagi ASN yang punya anak di jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga menengah untuk mendampingi buah hati di hari pertama sekolah. Kelonggaran ini berlaku selama tidak mengganggu jalannya tugas kedinasan.
Pelaksanaan kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah. Aturan itu jadi payung hukum bagi instansi untuk mengatur skema kerja fleksibel bagi pegawainya.
"Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," kata Rini Widyantini dalam keterangan resminya, Minggu (12/7).
Pengaturan kerja yang fleksibel, menurutnya, diharapkan memberi ruang bagi ASN menjalankan peran sebagai orang tua tanpa mengorbankan profesionalisme maupun produktivitas kerja.
Imbauan ini sekaligus jadi dukungan bagi pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah atau GAMAS.
Program GAMAS diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nomor 17 Tahun 2026.
Gerakan itu masuk dalam strategi penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045. Fokusnya mendorong keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan anak sejak usia dini.
Rini menilai kehadiran orang tua dalam momen penting anak punya efek yang tidak sebatas simbolis, melainkan berdampak jangka panjang bagi tumbuh kembang si kecil.
"Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang. Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak," tandas Rini.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar