periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan positif pada total aset industri asuransi di awal tahun. Lembaga pengawas ini mencatat akumulasi kekayaan sektor tersebut menembus angka Rp1.214,87 triliun per Januari.
"Untuk industri asuransi, aset industri asuransi pada Januari mencapai Rp1.214,87 atau naik 5,96% year-on-year," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam konferensi pers RDKB di Jakarta, Selasa (3/3).
Pertumbuhan kekayaan ini mendapat dorongan kuat dari sektor asuransi komersial. Total aset kategori ini menyentuh angka Rp995,19 triliun atau meningkat 7,48% secara tahunan.
Kinerja cemerlang asuransi komersial juga terlihat jelas dari pengumpulan preminya. Akumulasi premi pada awal tahun ini menembus angka Rp36,38 triliun atau tumbuh 4,67%.
Sektor asuransi umum dan reasuransi menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan premi 17,92% menjadi Rp18,42 triliun. Pencapaian ini berbanding terbalik dengan sektor premi asuransi jiwa.
Kategori asuransi jiwa justru mengalami kontraksi sebesar 6,15% secara tahunan. Total pengumpulan preminya tertahan pada angka Rp17,97 triliun.
Meski premi asuransi jiwa turun, permodalan industri secara keseluruhan tetap sangat kokoh. Indikator Risk Based Capital (RBC) masih berada jauh di atas ambang batas aman 120%.
"Permodalan industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat melaporkan risk base capital atau RBC masing-masing sebesar 478,06% dan 323,47% dan masih di atas threshold sebesar 120%," jelas Ogi.
Sektor asuransi non-komersial justru menorehkan kinerja sedikit menurun. Kategori jaminan sosial ini mencatatkan aset Rp219,67 triliun atau terkontraksi tipis 0,42%.
Kelompok ini mencakup program perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan milik BPJS. Program asuransi untuk aparatur sipil negara, prajurit TNI, dan anggota Polri juga masuk di dalamnya.
Tren positif kembali terlihat pada industri dana pensiun di Tanah Air. Total aset sektor ini melesat 11,21% menjadi Rp1.686,11 triliun per Januari.
Program pensiun wajib mendominasi aset terbesar hingga Rp1.273,82 triliun atau tumbuh 12,42%. Kategori pensiun sukarela menyusul dengan aset Rp412,29 triliun atau naik 7,62%.
Industri penjaminan turut mencetak kinerja hijau dengan pertumbuhan aset 1,96% menjadi Rp47,51 triliun. OJK juga terus memantau kepatuhan perusahaan terhadap aturan batas modal.
Hasil pemantauan tahap pertama tahun ini menunjukkan mayoritas pelaku usaha mematuhi aturan. Sebanyak 114 dari 143 perusahaan asuransi dan reasuransi sukses memenuhi batas ekuitas minimum.
Tinggalkan Komentar
Komentar