periskop.id - Upaya antisipasi banjir di Jakarta Selatan kembali digencarkan. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menargetkan pengerukan lumpur dan sampah sebanyak 6.842 meter kubik dari Kali Krukut serta saluran di Jalan Bendungan Udik, RW 04, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan yang kerap melanda kawasan tersebut.
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pengerukan dilakukan dengan melibatkan dua unit ekskavator amphibi dan 10 unit dump truck.
“Pengerukan Kali Krukut di Kelurahan Karet Semanggi ditargetkan dapat mengeruk 6.842 meter kubik sedimen lumpur dan sampah,” ujarnya dikutip dari Antara, Senin (13/4).
Ia menambahkan, pekerjaan ini ditargetkan rampung pada 10 Agustus 2026, atau dalam kurun waktu empat bulan. Selain itu, pintu air akan dioptimalkan dan dilengkapi dengan pompa untuk mempercepat surutnya genangan.
Sehari sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar kerja bakti skala besar. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi menghadapi musim hujan.
“Minimal kalau memang terjadi genangan itu akan bisa cepat surut. Upaya mengatasi genangan ini akan terus kami optimalkan sebelum musim hujan tahun ini,” katanya.
Menurutnya, genangan di kawasan tersebut bisa mencapai ketinggian 70 sentimeter.
“Harus kita jaga sama-sama, kami dari pemerintah tidak henti-hentinya memberikan edukasi kepada warga, agar tidak membuang sampah di bantaran kali,” ucapnya.
Anwar berharap kerja bakti ini memberi semangat bagi masyarakat, swasta, pelaku usaha, dan seluruh warga untuk konsisten menjaga lingkungan tetap bersih.
Kali Krukut sendiri merupakan salah satu aliran sungai penting di Jakarta yang kerap menjadi sorotan karena masalah sedimentasi dan sampah.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, volume sampah yang masuk ke sungai-sungai di ibu kota bisa mencapai lebih dari 7.000 ton per hari. Kondisi ini memperburuk kapasitas sungai dalam menyalurkan air, sehingga pengerukan menjadi langkah krusial.
Selain itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi intensitas hujan tinggi akan terjadi pada semester kedua 2026, sehingga kesiapan infrastruktur drainase menjadi hal mendesak.
Dengan target pengerukan ribuan meter kubik lumpur, ditambah optimalisasi pintu air dan pompa, Pemkot Jakarta Selatan berharap kawasan Karet Semanggi dan sekitarnya lebih siap menghadapi musim hujan.
Tinggalkan Komentar
Komentar