Periskop.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan, rencana pembangunan trem di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, masih dalam tahap kajian.

"Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4). 

Pramono menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Lebak Bulus-Kota yang ditargetkan rampung pada awal 2029. Ia optimistis, keberadaan transportasi terintegrasi akan menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.

“Karena kalau itu sudah dilakukan nanti KRL-nya jalan, MRT-nya jalan, TransJabodetabek atau TransJakarta-nya jalan ke Kota Tua, saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang akan dikunjungi warga masyarakat," papar Pramono.

Selain MRT, Pemprov DKI juga berencana mengembangkan rute bus TransJakarta yang menghubungkan Kota Tua dengan wilayah di luar Jakarta.

Integrasi transportasi ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.

Pramono menegaskan, dengan transportasi yang mudah dijangkau, Kota Tua mampu menjadi destinasi wisata unggulan. "Terutama memang Kota Tua kita siapkan untuk menarik tourism," kata Pramono.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan rencana pembangunan trem sebagai bagian dari revitalisasi besar kawasan Kota Tua. Trem tersebut dirancang tidak hanya sebagai ikon, tetapi juga solusi transportasi ramah lingkungan di kawasan heritage.

Rano mengatakan, konsep trem sudah masuk dalam pembahasan tim revitalisasi, terutama untuk mendukung Kota Tua sebagai kawasan rendah emisi. "Memang salah satu tujuannya mengurangi emisi. Kita sedang membahas rencana membangun trem di dalam Kota Tua," ujar Rano.

Integrasi Transportasi
Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan mengintegrasikan jalur transportasi massal MRT Jakarta dan Kereta Rel Listrik/Commuter Line yang melintasi kawasan Kota Tua.

“Nanti akan ada selain MRT, KRL yang pakai listrik. Kemarin ketika saya menerima Dirut KAI kita sudah membahas, dan Bapak Presiden sudah memberikan arahan. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai, kurang lebih lintasan lama tapi dibuat listrik,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Kamis.

Pramono menjelaskan, rute KRL listrik itu akan melintas sepanjang kurang lebih 16 km di tahap awal dan 28 km di tahap berikutnya. Pramono meyakini wajah Kota Tua akan berbeda jika transportasi di kawasan tersebut sudah terintegrasi dengan baik.

Apalagi, proyek MRT dengan rute hingga Kota Tua dijadwalkan selesai dibangun pada 2029. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta mempersiapkan integrasi transportasi tersebut.A

Pemprov DKI Jakarta sendiri sejatinya mulai merevitalisasi kawasan Kota Tua untuk mengembalikan identitas Jakarta, sekaligus memperkuat posisi sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.

Adapun rencana revitalisasi tersebut dibahas dalam acara "Intimate Dialogue Kota Tua Update" dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta jajaran.

“Di sini kita memberikan keyakinan bahwa Pemprov DKI serius untuk membangun Kota Tua. Kita sudah mempunyai tim revitalisasi Kota Tua dan Insya Allah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua,” ujar Rano Karno.

Lebih lanjut Rano menjelaskan, dalam proses revitalisasinya, Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona yakni zona inti, zona pengembangan dan zona penunjang.

“Yang akan kita fokus adalah di zona intinya dulu. Luasnya kira-kira kalau dari total Kota Tua itu hampir 363 hektare, tapi kalau zona inti kira-kira cuman 80 hektare. Tapi zona inti ini juga termasuk yang namanya Museum Bahari itu zona inti. Kemudian, Alun-alun Fatahillah,” jelas Rano.