Periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjalankan efisiensi anggaran negara secara ketat. Langkah ini diambil demi mempercepat penghapusan kelaparan dan kemiskinan ekstrem di seluruh Indonesia.
Ia menyatakan kesiapannya untuk mengurangi anggaran sektor pertahanan dan kepolisian jika hal tersebut memang diperlukan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seluruh masyarakat wajib menjadi prioritas utama negara saat ini.
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden Prabowo Subianto saat berpidato usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan penghematan tersebut menjadi bagian dari strategi besar dalam mempersiapkan masa depan komparatif Indonesia. Berdasarkan proyeksi nasional, Indonesia ditargetkan mampu bertransformasi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar global pada periode 2045–2050.
Cita-cita besar menjadi negara maju tersebut dinilai hanya bisa terwujud jika pemenuhan hak generasi muda saat ini dikawal dengan optimal. Ia mengingatkan bahwa kualitas anak-anak usia sekolah dasar sekarang akan menentukan wajah kepemimpinan bangsa dalam 25 tahun ke depan.
“Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, dia nanti 25 tahun lagi dia 35 tahun, dia intinya bangsa Indonesia. Jadi kalau kita sekarang tidak urus anak-anak itu, dia bagaimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia?” kata Prabowo.
Prabowo menilai kekuatan sebuah negara tidak boleh hanya diukur melalui aspek pertahanan militer dan keamanan dalam arti sempit. Baginya, tingkat kesejahteraan masyarakat justru menjadi indikator utama yang menentukan ketahanan sebuah bangsa.
Kondisi rakyat yang sehat, kuat, dan sejahtera dipandang sebagai pilar paling kokoh dalam sistem pertahanan nasional. Konsep ini yang mendasari kebijakan integrasi aparat keamanan untuk bersinergi langsung membantu produktivitas masyarakat di lapangan.
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kontribusi nyata yang telah ditunjukkan oleh jajaran TNI dan Polri di sektor domestik. Korps bersenjata tersebut dinilai sukses membantu mempermudah kehidupan warga lewat berbagai program pembangunan infrastruktur dasar.
Aparat keamanan disebut telah bergerak masif melakukan intervensi fasilitas umum, mulai dari konstruksi jembatan penghubung hingga penyediaan akses air bersih. Baginya, penuntasan segala kendala fisik di lapangan harus diselesaikan lewat kerja kolaboratif seluruh elemen instansi.
“Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. Saya sungguh bahagia dan saya sungguh merasa terharu. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi,” ucap Prabowo.
Pada akhir pengarahannya, ia menggarisbawahi bahwa TNI dan Polri pada hakikatnya merupakan institusi yang lahir dari rahim masyarakat. Oleh karena itu, arah kebijakan dan operasional kedua lembaga wajib diorientasikan sepenuhnya untuk meringankan beban publik.
“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden Prabowo Subianto.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar