Periskop.id - PT Len Industri (Persero) memperkenalkan teknologi Radar Ground Control Interception (GCI) generasi terbaru pertama di Indonesia. Radar yang ditempatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ini memiliki kemampuan mendeteksi objek hingga radius 515 kilometer.
Teknologi tersebut dirancang untuk memperkuat pengawasan ruang udara strategis sekaligus mendukung pengendalian operasi pertahanan udara nasional secara real-time. PT Len Industri menyebut sistem ini memiliki kemampuan mobilisasi tinggi dengan konsep pemasangan dalam ISO Container berukuran 20 kaki.
Dalam keterangannya yang diterima di Bandung, Jumat, PT Len Industri menjelaskan kemampuan Radar GCI tersebut ditunjukkan kepada jajaran PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi operasional radar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
"Radar pertahanan udara mutakhir ini menunjukkan kemampuan operasionalnya secara langsung saat jajaran Direksi PT Len Industri (Persero) menerima kunjungan kerja dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) di site Banjarbaru, Kalimantan Selatan," tulis keterangan PT Len Industri.
PT Len Industri menyebut Radar GCI ini mengadopsi teknologi stacked beam yang berfungsi meningkatkan efektivitas pelacakan objek asing di udara dalam berbagai kondisi cuaca. Sistem tersebut juga memiliki kemampuan pembaruan data setiap enam detik untuk mendukung akurasi pemantauan.
Selain itu, perusahaan menjelaskan teknologi fast time to target pada radar tersebut memungkinkan proses pengambilan keputusan militer dilakukan secara lebih cepat dan presisi. Kemampuan itu dinilai penting dalam mendukung respons terhadap potensi ancaman di wilayah udara nasional.
Di balik pengoperasian Radar GCI, PT Len Industri menyebut terdapat keterlibatan puluhan teknisi internal dari berbagai bidang keahlian. Tim tersebut terdiri atas tenaga ahli teknik sipil, elektro, radio frequency (RF), jaringan, perangkat lunak, hingga mekanik.
Menurut PT Len Industri, para teknisi tersebut terlibat sejak tahap instalasi awal hingga proses pengujian akhir sistem radar. Kolaborasi lintas disiplin itu menjadi bagian dari kesiapan operasional teknologi pertahanan udara tersebut.
Dalam operasional lapangan, data pengawasan Radar GCI langsung terintegrasi dengan sistem komando pertahanan udara TNI Angkatan Udara (TNI AU). PT Len Industri menyebut integrasi ini memungkinkan informasi terkait potensi ancaman terhadap ruang udara NKRI disalurkan secara cepat.
Radar GCI Banjarbaru juga dirancang dengan kemampuan gelar cepat atau fast deployment sehingga dapat mendukung kebutuhan operasi pertahanan yang membutuhkan tingkat mobilitas tinggi. PT Len Industri menilai teknologi ini menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan udara nasional.
Dengan kemampuan deteksi jarak jauh, sistem radar tersebut menjadi salah satu teknologi pertahanan yang dikembangkan untuk mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri. PT Len Industri menegaskan implementasi Radar GCI ini menjadi langkah penguatan kapabilitas pertahanan udara Indonesia.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar