Periskop.id – Pemerintah Kota Jakarta Barat memperkuat upaya penanganan tuberkulosis (TBC) dengan memberikan pelayanan kepada 30.859 pasien terduga TBC hingga akhir Mei 2026. Hal ini seiring dengan target deteksi kasus TBC sebanyak 11.955 kasus positif pada tahun ini.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menyebut data itu berasal dari monitoring program pelayanan kesehatan TBC periode 1 Januari hingga 31 Mei 2026. “Berdasarkan data monitoring, tercatat 30.859 pasien terduga TBC telah mendapatkan pelayanan sesuai standar,” ujar Sahruna di Jakarta, Jumat (5/6).

Advertisement

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.438 pasien telah dipastikan mendapatkan pengobatan sesuai standar mutu. Angka ini meningkat dibandingkan data per 15 April 2026 yang baru mendeteksi 3.027 kasus. “Target temuan tahun ini adalah 11.955 kasus. Jumlah ini terus bertambah seiring deteksi aktif di lapangan sebagai upaya pemenuhan target eliminasi TBC di DKI Jakarta pada 2030,” kata Sahruna.

Sudinkes Jakarta Barat menerapkan dua strategi deteksi TBC, yakni aktif dan pasif. Deteksi aktif meliputi skrining kesehatan, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta peran kader TBC di masyarakat. Sementara deteksi pasif dilakukan bagi pasien yang datang sendiri ke fasilitas kesehatan.

Setiap fasilitas kesehatan di wilayah Jakarta Barat menerapkan prosedur diagnostik yang ketat, termasuk pemeriksaan dahak dan radiologi (X-ray) sesuai indikasi medis. Sahruna menegaskan seluruh pasien yang mendapat pengobatan dipantau kepatuhan minum obat secara berkala dan kontak erat pasien juga diperiksa.

“Kontak erat yang sehat diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) sebagai langkah preventif agar penularan tidak meluas,” tutur Sahruna.

Selain itu, Sudinkes Jakbar terus menggiatkan promosi kesehatan melalui penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi etika batuk, pemberian imunisasi, serta penyebaran informasi layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gejala TBC. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran TBC, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan kepatuhan pengobatan.