periskop.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 23 April 2026. Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal yang belum mereda.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa pelemahan rupiah terjadi cukup signifikan pada hari ini, meski sempat tertahan oleh intervensi otoritas.

"Hari ini rupiah ditutup melemah di Rp17.286, 105 poin pelemahannya," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (23/4).

Ia menjelaskan tekanan eksternal masih berasal dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Ketidakpastian meningkat setelah tidak adanya kejelasan hasil perundingan serta memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

"Masalah geopolitik di Timur Tengah yang sampai saat ini masih belum ada kejelasan tentang hasil perundingan di Pakistan karena Iran sendiri delegasinya tidak datang," jelasnya.

Selain itu, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketidakpastian menjelang pergantian pimpinan bank sentral membuat pelaku pasar cenderung wait and see.

Dari sisi domestik, kenaikan harga minyak mentah dunia turut memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah karena meningkatkan kebutuhan impor energi.

"Harga minyak mentah Brent di 103 kemudian WTI di 98, ini membuat kebutuhan dolar yang cukup besar sehingga rupiah mengalami pelemahan," ungkapnya.